Kamu pernah kayak gini ? kamu lagi asik ngopi bareng sahabat lama. Ngobrol seru, nostalgia soal masa-masa dulu, sampai tiba-tiba dia mulai curhat panjang lebar tentang masalah pribadinya yang berat. Kamu mendengarkan, tapi dalam hati kamu merasa mulai lelah, bahkan agak stres karena masalahnya cukup berat dan kamu merasa beban itu sedikit jatuh ke bahumu. Kamu ingin membantu, tapi rasanya juga overwhelming. Nah, di sinilah pentingnya boundary setting dalam komunikasi.

boundary setting

Apa Itu Boundary Setting dalam Komunikasi?

Boundary setting atau penetapan batas dalam komunikasi adalah kemampuan untuk membuat garis batas yang sehat antara diri kita dan orang lain, baik secara emosional, mental, maupun fisik. Boundary ini bukan berarti kita menjauhkan diri atau menghalangi hubungan dengan orang lain. Justru, boundary ini adalah cara agar kita bisa tetap ada untuk mereka tanpa kehilangan jati diri atau kesejahteraan kita sendiri. Boundary membantu kita menjaga energi, menghormati diri sendiri, dan membangun hubungan yang lebih sehat.

Bahaya Tanpa Boundary Setting dalam Komunikasi

Tidak memiliki boundary dalam komunikasi dapat berbahaya. Berikut ini beberapa efek negatifnya:

  1. Menguras Emosi
    Tanpa boundary yang jelas, kamu bisa merasa kewalahan dengan masalah orang lain, bahkan sampai stres atau kelelahan emosional. Energi kita punya batas, dan terlalu sering terbawa arus emosi orang lain bisa menguras daya tahan mental kita.
  2. Kehilangan Identitas dan Keinginan Pribadi
    Kalau kamu terlalu sering menyesuaikan diri dengan kebutuhan orang lain, kamu bisa lupa sama kebutuhanmu sendiri. Boundary membantu kita menghargai diri sendiri dengan memastikan kita tidak selalu mengorbankan waktu, energi, atau kenyamanan hanya demi menyenangkan orang lain.
  3. Membuat Hubungan Jadi Tidak Sehat
    Tanpa boundary, hubungan bisa menjadi toksik. Kamu bisa merasa dimanfaatkan atau bahkan dieksploitasi oleh orang lain. Orang yang terbiasa “mengambil” mungkin tidak menyadari dampak emosionalnya terhadapmu jika kamu tidak menunjukkan batasmu.

Manfaat Boundary Setting dalam Komunikasi

Sebenarnya, boundary setting itu bukan hanya soal melindungi diri, tapi juga membantu hubungan menjadi lebih sehat. Berikut ini beberapa manfaatnya:

  1. Menghindari Overload Emosional
    Dengan boundary, kamu bisa mendengarkan dan mendukung tanpa merasa kewalahan. Ini membantumu tetap hadir untuk orang lain tanpa merasa bahwa kamu perlu menyelesaikan masalah mereka.
  2. Membantu Orang Lain Menghargaimu
    Boundary membuat orang lebih memahami bahwa kamu memiliki nilai dan waktu yang perlu dihargai. Mereka tahu batasannya, jadi mereka tidak dengan mudah memintamu melakukan sesuatu yang kamu tidak nyaman atau tidak punya kapasitas untuk lakukan.
  3. Membangun Hubungan yang Seimbang
    Dengan boundary yang jelas, hubunganmu akan lebih seimbang. Kamu dan temanmu saling memahami kapan harus berbagi dan kapan harus menjaga jarak. Ini adalah fondasi hubungan yang saling menghormati.

Cara Membuat Boundary Setting dalam Pertemanan

Nah, sekarang gimana cara menerapkan boundary dalam pertemanan tanpa membuat hubungan jadi terasa kaku atau canggung? Berikut ini beberapa tips praktis:

  1. Mulai dengan Jujur pada Diri Sendiri
    Kamu perlu tahu dulu apa yang kamu butuhkan dan batasanmu sendiri. Tanyakan pada dirimu sendiri, “Apakah aku nyaman dengan hal ini? Apakah ini mulai menguras energi dan waktu yang aku butuhkan untuk diriku sendiri?”
  2. Komunikasikan dengan Lembut tapi Tegas
    Ketika kamu perlu membicarakan boundary, bicarakan dengan nada lembut tapi tegas. Misalnya, jika teman sering curhat di luar jam yang kamu nyaman, kamu bisa berkata, “Aku ingin banget dengerin cerita kamu, tapi mungkin bisa kita jadwalkan kapan enaknya ngobrol? Biar aku juga bisa siap dan bisa mendukung kamu dengan penuh.”
  3. Jangan Merasa Bersalah
    Salah satu tantangan terbesar dalam boundary setting adalah perasaan bersalah. Ingat, boundary bukan tindakan egois; ini adalah langkah untuk menjaga kesehatan mentalmu agar kamu bisa ada untuk orang lain dengan baik.
  4. Latih Kemampuan Mendengarkan Aktif Tanpa Terbawa
    Kamu bisa tetap mendengarkan teman tanpa harus mengambil beban emosinya. Latih dirimu untuk mendengar tanpa merasa harus mencari solusi atau sepenuhnya masuk ke dalam masalah mereka.
  5. Tetapkan Ekspektasi Secara Jelas
    Jika ada batas waktu atau energi, katakan dengan jujur. Contoh: “Aku bisa dengerin kamu sekitar 30 menit, setelah itu aku ada kegiatan lain, ya.” Ini bukan berarti kamu tidak peduli, tapi kamu menjaga batas agar tetap bisa mendukung tanpa kehilangan keseimbangan.
cara boundary setting

Contoh Boundary Setting dalam Pertemanan

Misalnya, kamu punya teman yang selalu menelepon di malam hari untuk curhat masalah pribadinya, padahal kamu butuh waktu istirahat. Kamu bisa mencoba berbicara dengan dia dengan kalimat seperti ini:

“Hei, aku senang banget bisa jadi tempat curhat buat kamu, tapi aku juga perlu waktu istirahat di malam hari. Gimana kalau kita ngobrol saat siang atau sore? Jadi aku bisa lebih fokus dan mendengarkanmu dengan baik.”

Atau, jika ada teman yang selalu mengajakmu untuk hangout atau melakukan sesuatu yang kamu kurang nyaman, kamu bisa mencoba mengatakan:

“Terima kasih sudah ngajak aku, tapi kali ini aku nggak bisa ikut. Aku butuh waktu buat diriku sendiri. Tapi kapan-kapan kita bisa rencanakan waktu yang tepat buat kumpul, ya.”

Kesimpulan

Boundary setting adalah langkah penting untuk menjaga kesehatan mental, menghindari konflik, dan membangun hubungan yang seimbang. Dengan menetapkan batasan yang sehat, kamu bisa tetap mendukung teman atau orang yang kamu pedulikan tanpa kehilangan dirimu sendiri. Boundary bukan tanda egois; ini adalah tanda bahwa kamu menghargai dirimu dan orang lain secara seimbang.

Cobalah mulai dari hal kecil, seperti menyesuaikan waktu atau kebutuhanmu tanpa perasaan bersalah. Dengan cara ini, kamu akan merasa lebih nyaman dan terhindar dari perasaan kewalahan. Hubungan yang sehat adalah hubungan yang menghargai batasan masing-masing, dan boundary setting adalah kunci untuk mencapainya.

Profil coach Roy Biantoro 
Seorang pengusaha muda yang sering berbagi ke berbagai perusahaan, instansi pemerintah dan lembaga pendidikan. Coach Roy udah membagikan ilmu di bidang penjualan (selling), komunikasi, kepemimpinan, kerjasama tim, pelayanan serta bagaimana meningkatkan motivasi tim.
Ayo rasakan perubahan di tim Anda dengan training bersama coach Roy Biantoro. Hubungi kami di 08954 1283 3285

Ingin Meningkatkan Kepercayaan Diri, Karir atau Bisnis? Yuk Ikut Seminar Public Speaking di Bandung

Mau Ebook & Webinar Gratis

ebook gratis

Silahkan Isi Form Berikut Ini Dulu :

Setelah baca artikel ini kamu pasti bisa tau ciri temen Red Flag & Green Flag. Mana yang cocok buat kamu ?

"Ketika Kamu Menyadari Ada yang Tidak Beres demgan orang di sekitarmu" Pernah nggak sih, kamu bertemu seseorang yang awalnya terlihat sangat menyenangkan, tapi setelah beberapa waktu, kamu mulai merasa ada yang aneh? Misalnya, dia selalu menuntut perhatianmu tapi...

Sekali kali kamu harus digital detox deh, biar kamu tetap bahagia. Yuk pelajari caranya

Kamu sadar nggak sih ??? Coba mikir bentar sejak bangun tidur, tanganmu udah otomatis cari ponsel? Scroll Instagram, cek WhatsApp, lalu buka email kerja. Sebelum mata benar-benar melek, kamu udah sibuk menatap layar. Sampai suatu hari, kamu duduk di meja kerja, tapi...

AWAS ! JANGAN DEKET DEKET ! Energy Vampires ini bahaya buat kamu ! Baca kalau mau mental health sehat !

Kamu pernah ngalamin ini ? ketemu seseorang yang, habis ngobrol sama dia, kamu langsung capek banget? Bahkan sebelum ngobrol, kamu udah ngerasa tegang karena tahu topiknya bakal berat, keluhan lagi, atau drama lagi. Kamu kayak mau menghindar, tapi nggak enak....

Gak masuk akal, masa pakai manifestation bisa bikin kamu sukses ? Masa sih ? Yuk bahas disini.

"Ketika Kamu Berusaha Menarik Hal Baik ke Dalam Hidupmu" Bayangin ini: Kamu lagi duduk sendirian di kafe favorit, sambil scroll media sosial. Tiba-tiba kamu nemu video tentang manifestation. Di video itu, orang bilang, “Kalau kamu benar-benar percaya dan fokus, semua...

Sebelum kamu mimpi mau sukses, menikah punya anak. Beresin dulu inner child kamu. Disini kita bahas caranya.

Kamu masih mengalami ini ? Bayangin kamu lagi duduk sendiri di kamar, tiba-tiba terlintas memori masa kecil—waktu kamu dimarahi cuma karena tumpahin segelas susu di meja makan. Rasanya kayak kamu kembali jadi anak kecil itu: takut, malu, tapi juga sedih karena nggak...

Kamu pasti punya imposter syndrome. Makanya gak bisa sukses Cek ciri cirinya dan solusinya disini. 

"Kamu Pasti Pernah Ngerasa Nggak Layak punya semua yang kamu miliki , Kan?" Kamu pernah nggak, berdiri di depan ruangan penuh orang, siap mempresentasikan proyek yang sudah kamu kerjakan berbulan-bulan, tapi tiba-tiba otakmu mulai ribut? “Ah, aku cuma beruntung aja...

Kamu harus tau ini ! JOMO Rahasia Hidup happy gak usah ngikutin trend.

Kamu pernah nggak, ngerasa bahagia banget waktu nggak ikutan acara yang ramai dibahas teman-teman? Misalnya, ada pesta besar yang semua orang kayaknya wajib hadir, tapi kamu malah memilih malam santai di rumah, nonton serial favorit, atau baca buku yang udah lama kamu...

Ternyata FOMO yang bikin millenial dan gen-z gak bisa kaya, Jangan sampai kamu kena juga ya !

Gak tenang rasanya kamu sedang bersantai di rumah setelah hari yang panjang. Kamu buka Instagram, scroll sebentar, lalu tiba-tiba hatimu terasa aneh. Teman-temanmu lagi hangout di kafe baru, seseorang yang kamu kenal posting foto liburan di Bali, dan ada workshop...

Stop dengerin Motivasi ! toxic positivity gak akan buat kamu jadi sukses.

Cape gak ? Kesel gak ? Kamu baru saja menghadapi hari yang berat di kantor. Proyek besar yang kamu kerjakan selama berminggu-minggu gagal total. Atasan kecewa, timmu frustasi, dan kamu merasa hancur. Saat kamu menceritakan masalah ini ke teman dekat, dia hanya...

Kamu gak mau jadi ODGJ kan ? Makanya Jangan lupa lakukan self care !

Coba ingat momen ini: kamu pulang kerja setelah hari yang sangat sibuk. Deadline bertumpuk, bos terus menekan, dan kolega memintamu membantu tugas mereka. Sampai di rumah, kamu duduk di sofa sambil memegang ponsel, tapi bukannya merasa rileks, kamu malah semakin...