Menjadi seorang pembicara memang tidaklah mudah, membutuhkan latihan bertahun-tahun, jam terbang yang berkali-kali untuk dapat menjadi seorang pembicara. Namun, tidak semua orang yang menjadi pembicara dapat dikatakan pembicara yang baik.
Siapapun bisa menjadi pembicara, orang yang pandai bicarapun dapat dikatakan menjadi pembicara ataupun seseorang banyak bicarapun dapat dikatakan menjadi pembicara. Namun, tidak semua orang dapat berbicara dengan baik dan dengan maksud yang jelas. Terkadang kita melihat seseorang yang pandai berbicara belum tentu kita dapat menyebutnya sebagai pembicara yang baik.
Setiap orang yang pandai berbicara belum tentu dapat berbicara di hadapan orang banyak dengan baik.
Apakah kalian tahu bahwa Pembicara seperti apa yang dikatakan menjadi pembicara yang baik?
Jika anda adalah seorang yang pandai bicara namun anda belum yakin dengan kemampuan berbicara anda maka anda harus melakukan tips di bawah ini cara menjadi Pembicara yang baik

1.Berikan senyuman

Yang harus anda lalukan sebelum anda memulai presentasi adalah memberikan senyuman kepada semua audiens yang hadir, dengan memberikan senyuman kepada audiens dapat memberikan energi positif baik bagi audiens maupun untuk diri sendiri selain itu dengan memberikan senyuman akan jauh lebih membuat diri sendiri menjadi jauh lebih tenang dan meminimalkan rasa gugup sebelum memulai presentasi.

2.Berikan maksud yang jelas dalam presentasi

Dengan memberikan maksud yang jelas dapat membuat audiens paham apa yang anda jelaskan. Apakah anda berpresentasi untuk memberikan motivasi, informasi ataupun menghibur. Dengan maksud tersebut agar para audiens tidak merasa keliru saat anda menyampaikan pesan yang dimaksud.

3.Kenali audiens

Sebelum anda memulai untuk presentasi alangkah lebih baik bertanya terlebih dahulu kepada pihak penyelenggara siapa sajakah yang akan datang dalam acara seminar anda, jika yang datang adalah anak anak muda maka jangan menggunakan bahasa yang terlalu formal karena akan membuat audiens merasa cepat bosan selain itu jika audiens adalah orang tua alangkah lebih baiknya menggunakan bahasa yang lebih santun dan tidak menggunakan singkatan atau kata kata yang menyulitkan untuk dipahami. Dengan mengenal audiens anda sendiri maka anda dapat dengan mudah menempatkan diri sesuai dengan siapa anda berbicara.

4.Kuasai materi

Menguasai materi adalah hal yang wajib anda lakukan karena jika anda tidak bisa mengusai materi maka audiens merasa tidak yakin dengan apa yang anda ucapkan. Memberikan materi dengan jelas dan terstruktur akan jauh lebih membuat audiens merasa terpukau dengan penampilan anda dalam nyampaikan materi. Dalam menyapaikan materi baiknya menggunakan bahasa yang mudah dipahami oleh audiens, tidak terbelit-belit.

5.Kendalikan rasa gugup

Mengendalikan rasa gugup tidaklah mudah maka dari itu butuh latihan berkali kali sebelum anda tampil, dengan latihan maka anda akan tahu dimana kekurangan anda dalam menjalankan presentasi setelah anda mengetahuinya maka langkah selanjutnya adalah dengan meminimalkan kekurangan tersebut karena pada kenyataannya audiens tidak perlu tahu bahwa anda sedang gugup. Saat anda berada di atas panggung anda harus menampilkan sisi terbaik dalam diri anda.

6.Jadilah diri sendiri

Menjadi diri sendiri saat presentasi dapat membuat anda berbeda dari pembicara lainnya, jika anda mempunyai hal yang unik dapat anda tampilkan karena dengan begitu audiens dapat dengan mudah mengenal anda sebagai pembicara yang berbeda dari pembicara yang lainnya.
Pembicara yang baik untuk setiap orang tentu berbeda namun hal diatas adalah secara garis besar apa saja yang sebaiknya anda gunakan dan apa saja yang sebaiknya anda hindari, dari uraian diatas dapat anda aplikasikan saat anda akan memulai untuk presentasi. Menjadi pembicara yang baik tentu membutuhkan proses tidak dengan cara instan namun jika anda bersungguh sungguh maka suatu saat anda akan menjadi pembicara yang baik.

Ingin Meningkatkan Kepercayaan Diri, Karir atau Bisnis? Yuk Ikut Seminar Public Speaking di Bandung

Mau Ebook & Webinar Gratis

ebook gratis

Silahkan Isi Form Berikut Ini Dulu :

Pantes gak kritis, kamu kejebak confirmation bias kan ? Pelajari biar kamu lebih kritis.

Bayangkan ini: Kamu sedang berdiskusi dengan teman-teman kantor tentang proyek baru. Kamu yakin banget bahwa ide yang kamu ajukan adalah yang paling efektif. Lalu, ketika ada data yang menunjukkan kalau pendekatan lain mungkin lebih baik, kamu malah sibuk mencari...

2 tipe manusia waktu ngadepin masalah, flight or fight. Mana yang bagus buat mental health ?

Bayangkan ini, kamu sedang berada di ruang kerja, tenggelam dalam laporan yang harus selesai sebelum jam lima sore. Tiba-tiba, bosmu masuk dengan wajah serius dan berkata, “Ada masalah besar. Klien kita tidak puas, dan kita butuh solusi cepat!” Kamu langsung merasa...

Mau terus semangat ? Kamu harus dapetin positive reinforcement waktu kerja ! 

Ceritanya, kamu adalah seorang manajer baru di sebuah perusahaan. Ada seorang karyawan, Andi, yang kelihatannya selalu datang tepat waktu dan rajin menyelesaikan pekerjaannya. Tapi, kamu merasa ada yang kurang. Kinerjanya konsisten, tapi dia terlihat datar—seolah-olah...

Setelah kamu paham attachment styles kamu gak bakal bingung lagi kalau di ghosting sahabatmu

Kamu punya dua teman baik: Rina dan Dika. Ketika kamu tiba-tiba menghilang dari grup chat selama seminggu karena sibuk, respons mereka benar-benar berbeda. Rina langsung menelpon, bertanya apakah kamu baik-baik saja. Nada suaranya terdengar cemas, tapi dia juga...

Sabar itu bagus tapi kamu jangan sampai emotion repression. Mental health kamu bisa rusak.

Kamu baru saja keluar dari ruang rapat setelah perdebatan panas dengan atasanmu. Ada satu momen di mana kamu merasa ingin meledak, ingin mengatakan semua yang ada di pikiranmu. Tapi kamu menahannya. Sebaliknya, kamu hanya tersenyum kecil, mengangguk, lalu keluar...

Saya gak bisa tidur ternyata saya ngalamin hypervigilance, jangan jangan kamu juga ?

Hari itu, kamu sedang duduk di sebuah kafe, menikmati secangkir kopi setelah hari yang panjang di kantor. Tapi meski suasananya tenang, pikiranmu justru tidak berhenti bergerak. Setiap pintu yang terbuka membuatmu menoleh. Suara tawa dari meja sebelah terasa terlalu...

Dapatkan kebahagiaan dengan self compassion, bukan lembek tapi demi mental health.

Kamu baru saja pulang dari kantor setelah hari yang berat. Hari ini, semua yang kamu coba rasanya gagal. Presentasi yang kamu persiapkan semalaman tidak berjalan seperti rencana, dan atasanmu memberikan kritik yang menurutmu menyakitkan. Di perjalanan pulang,...

Kebenaran tentang Overthinking ! Gak bahaya asalkan kamu jangan banyak inner critic ya.

Bayangkan ini: Kamu sedang mempersiapkan presentasi penting di kantor. Kamu sudah berlatih berjam-jam, menyusun slide yang sempurna, dan memastikan semuanya rapi. Tapi saat berdiri di depan cermin, suara kecil di dalam kepalamu mulai bicara, “Kamu nggak cukup bagus....

Sabar kamu gak males kamu cuman burnout. Yuk semangat lagi artikel ini

Bayangkan ini: Kamu sudah bekerja non-stop selama tiga bulan terakhir. Setiap hari penuh dengan deadline, meeting, dan revisi yang seakan tidak ada habisnya. Akhir pekan? Ah, jangan harap bisa santai, karena ada kerjaan tambahan yang harus diselesaikan. Kamu merasa...

Bahaya yang gak keliatan ! Ternyata Cognitive dissonance yang bikin kamu stress

Kamu sedang duduk di sebuah kafe dengan seorang teman baikmu, Andi. Obrolan awalnya santai, membahas pekerjaan dan rencana liburan. Namun, suasana berubah ketika kamu membahas investasi. Kamu mengatakan, “Menurutku, investasi di reksa dana lebih aman untuk pemula.”...