Sebelumnya kita telah membahas kesalahpahaman orang awam terhadap pengertian harta. Semoga setelah Anda membaca artikel sebelumnya menjadi sadar dan mencari harta yang sebenarnya.

Harta atau disebut asset oleh Robert T Kiyosaki adalah sesuatu yang bisa memberikan penghasilan terus menerus.

Apakah ada hal yang seperti ini ?

Yang paling sederhana tentu Anda menjawab tabungan kan. Tentu saja tabungan kan memberikan bunga setiap bulannya dan tidak mengurangi uang Anda.

SALAH BESAR !

Di ilmu ekonomi kita mengenal inflasi.

Inflasi menurut KBBI inflasi/in·fla·si/ n Ek kemerosotan nilai uang (kertas) karena banyaknya dan cepatnya uang (kertas) beredar sehingga menyebabkan naiknya harga barang-barang

Sederhananya karena faktor Inflasi maka nilai uang kita akan berkurang seiring waktu.
Jangan bingung, Inflasi tidak mengurangi uang Anda. Tapi harga barang yang akan semakin naik dan tidak akan turun lagi.

Contoh :
Di tahun 2008, jika Anda memiliki uang Rp 10.000 maka Anda dapat membeli 1kg beras bahkan lebih.
Di tahun 2018, jika Anda memiliki uang Rp 10.000 maka Anda hanya akan dapat membeli beras kurang dari 1kg (tentu dengan merek yang sama).

Sebagai informasi nilai inflasi Indonesia di tahun 2018 adalah 4% jadi nilai uang kita akan berkurang 4%.
Jika Kita punya uang Rp. 100.000 di bulan januari 2018 maka di januari 2019 NILAI uang kita menjadi Rp 97.000
Lalu apa solusinya ? Jika kita punya uang apa yang bisa menyelamatkan uang kita ?

INVESTASI ! Yang dapat memberikan penghasilan di atas inflasi (kita anggap inflasi 3%). Mari kita bahas satu per satu.

1. Tabungan di bank
Bank yang memberikan bunga terbesar saat ini adalah 1,5 % tentu nilainya di bawah inflasi sehingga nilai uang Anda akan tetap berkurang tapi lumayan tidak terlalu signifikan

Ada produk lain dari bank yaitu Deposito. Nilai bunga adalah 7% tapi dengan catatan uang Anda harus mengendap selama beberapa tahun. Jika memang uang tersebut tidak akan Anda ambil dalam waktu dekat maka deposito bisa menjadi pilihan yang tepat

2. Bagaimana dengan Emas ? Peningkatan nilai emas sebenarnya berada di atas 3% jadi bisa diangkat cukup aman jika dibandingkan dengan tabungan.

3. Rumah ? Untuk nilai rumah bisa bertumbuh tinggi jika Anda memilih lokasi yang bagus.

Tapi

Nilai bangunan rumah akan terus menurun karena depresiasi, dan akan semakin cepat turun jika bangunan tidak dipelihara. Saran saya sebaiknya membeli tanah karena nilai harga tanah tidak akan turun jika lokasi Anda tepat.
Tabungan Anda pun harus cukup besar karena rumah harganya cukup tinggi.
Ada solusi berupa KPR tapi jika Anda salah perhitungan maka pertumbuhan nilai rumah tersebut akan kalah dari bunga KPR. Untuk tanah kebanyakan harus dibayar tunai jadi perlu investasi di asset lain sambil menunggu terkumpulnya uang.

4. Obligasi
Pada dasarnya ini juga seperti deposito dimana kita memberikan uang kita kepada pemerintah dan pemerintah akan mengembalikan uang kita setelah jangka waktu tertentu. Nilai bunganya bisa mencapai 6% tapi dengan jangka waktu hingga 10 tahun.

5.Reksadana merupakan solusi yang cukup populer saat ini, cara kerjanya adalah dengan kita menitipkan uang kita kepada badan pengelola keuangan. Nanti badan pengelola keuangan tersebut akan mengatur uang kita dan memberikan penghasilan hingga sebesar 13% !!! Tapi Anda perlu pelajari karena ada biaya pengelolaan uang tersebut.

6.Saham nilai pertumbuhan (di perusahaan tertentu) , tapi tentu Anda harus mempelajari saham mana yang bisa memberikan penghasilan di atas inflasi dan memastikan perusahaan tersebut bisa mengembalikan uang kita.

7.Buat bisnis, beli franchise. Kalau ini tentu Anda bisa mendapat penghasilan di atas 4% jika Anda dapat mengelola atau mempercayakan kepada karyawan yang tepat.

Jadi siapkah Anda menjadi orang kaya ? Tentu tidak semudah memilih alat investasi di atas Anda langsung menjadi kaya raya. Anda perlu banyak membaca dan belajar untuk memperoleh alat investasi yang sesuai bagi Anda.

#30dwcday23

Ingin Meningkatkan Kepercayaan Diri, Karir atau Bisnis? Yuk Ikut Seminar Public Speaking di Bandung

Mau Ebook & Webinar Gratis

ebook gratis

Silahkan Isi Form Berikut Ini Dulu :

Pantes gak kritis, kamu kejebak confirmation bias kan ? Pelajari biar kamu lebih kritis.

Bayangkan ini: Kamu sedang berdiskusi dengan teman-teman kantor tentang proyek baru. Kamu yakin banget bahwa ide yang kamu ajukan adalah yang paling efektif. Lalu, ketika ada data yang menunjukkan kalau pendekatan lain mungkin lebih baik, kamu malah sibuk mencari...

2 tipe manusia waktu ngadepin masalah, flight or fight. Mana yang bagus buat mental health ?

Bayangkan ini, kamu sedang berada di ruang kerja, tenggelam dalam laporan yang harus selesai sebelum jam lima sore. Tiba-tiba, bosmu masuk dengan wajah serius dan berkata, “Ada masalah besar. Klien kita tidak puas, dan kita butuh solusi cepat!” Kamu langsung merasa...

Mau terus semangat ? Kamu harus dapetin positive reinforcement waktu kerja ! 

Ceritanya, kamu adalah seorang manajer baru di sebuah perusahaan. Ada seorang karyawan, Andi, yang kelihatannya selalu datang tepat waktu dan rajin menyelesaikan pekerjaannya. Tapi, kamu merasa ada yang kurang. Kinerjanya konsisten, tapi dia terlihat datar—seolah-olah...

Setelah kamu paham attachment styles kamu gak bakal bingung lagi kalau di ghosting sahabatmu

Kamu punya dua teman baik: Rina dan Dika. Ketika kamu tiba-tiba menghilang dari grup chat selama seminggu karena sibuk, respons mereka benar-benar berbeda. Rina langsung menelpon, bertanya apakah kamu baik-baik saja. Nada suaranya terdengar cemas, tapi dia juga...

Sabar itu bagus tapi kamu jangan sampai emotion repression. Mental health kamu bisa rusak.

Kamu baru saja keluar dari ruang rapat setelah perdebatan panas dengan atasanmu. Ada satu momen di mana kamu merasa ingin meledak, ingin mengatakan semua yang ada di pikiranmu. Tapi kamu menahannya. Sebaliknya, kamu hanya tersenyum kecil, mengangguk, lalu keluar...

Saya gak bisa tidur ternyata saya ngalamin hypervigilance, jangan jangan kamu juga ?

Hari itu, kamu sedang duduk di sebuah kafe, menikmati secangkir kopi setelah hari yang panjang di kantor. Tapi meski suasananya tenang, pikiranmu justru tidak berhenti bergerak. Setiap pintu yang terbuka membuatmu menoleh. Suara tawa dari meja sebelah terasa terlalu...

Dapatkan kebahagiaan dengan self compassion, bukan lembek tapi demi mental health.

Kamu baru saja pulang dari kantor setelah hari yang berat. Hari ini, semua yang kamu coba rasanya gagal. Presentasi yang kamu persiapkan semalaman tidak berjalan seperti rencana, dan atasanmu memberikan kritik yang menurutmu menyakitkan. Di perjalanan pulang,...

Kebenaran tentang Overthinking ! Gak bahaya asalkan kamu jangan banyak inner critic ya.

Bayangkan ini: Kamu sedang mempersiapkan presentasi penting di kantor. Kamu sudah berlatih berjam-jam, menyusun slide yang sempurna, dan memastikan semuanya rapi. Tapi saat berdiri di depan cermin, suara kecil di dalam kepalamu mulai bicara, “Kamu nggak cukup bagus....

Sabar kamu gak males kamu cuman burnout. Yuk semangat lagi artikel ini

Bayangkan ini: Kamu sudah bekerja non-stop selama tiga bulan terakhir. Setiap hari penuh dengan deadline, meeting, dan revisi yang seakan tidak ada habisnya. Akhir pekan? Ah, jangan harap bisa santai, karena ada kerjaan tambahan yang harus diselesaikan. Kamu merasa...

Bahaya yang gak keliatan ! Ternyata Cognitive dissonance yang bikin kamu stress

Kamu sedang duduk di sebuah kafe dengan seorang teman baikmu, Andi. Obrolan awalnya santai, membahas pekerjaan dan rencana liburan. Namun, suasana berubah ketika kamu membahas investasi. Kamu mengatakan, “Menurutku, investasi di reksa dana lebih aman untuk pemula.”...