Apa itu critical thinking dan kenapa penting banget buat manajemen risiko?
Contoh nyata penerapan critical thinking saat risiko menyerang
Kenapa in house training jadi cara terbaik buat melatih critical thinking?
Apa yang biasanya diajarkan dalam in house training critical thinking?
Bayangin begini: kamu lagi duduk di ruang rapat bareng tim. Ada potensi proyek baru yang menggiurkan, tapi ada juga beberapa red flag yang mulai kelihatan. Waktu mepet, atasan pengen keputusan cepat. Nah, di momen kayak gini, skill yang paling kamu butuhin bukan cuma pengetahuan teknis—tapi kemampuan critical thinking.

Apa itu critical thinking dan kenapa penting banget buat manajemen risiko?
Critical thinking bukan sekadar mikir keras. Ini soal menganalisis informasi secara objektif, logis, dan terstruktur, apalagi saat kamu harus ambil keputusan di tengah tekanan. Di dunia kerja—apalagi kalau kamu pegang peran manajemen—risiko itu datang kayak notifikasi WA grup: tiba-tiba muncul, nggak bisa dihindari, dan kadang bikin pusing.
Dengan critical thinking, kamu bisa menghindari keputusan impulsif yang bisa bikin perusahaan rugi. Kamu jadi bisa mikir: “Apa fakta-faktanya?”, “Apa kemungkinan terbaik dan terburuknya?”, dan “Apa solusi alternatif yang bisa diambil?”.
Contoh nyata penerapan critical thinking saat risiko menyerang
Misalnya, sebuah perusahaan retail melihat penurunan penjualan selama tiga bulan berturut-turut. Ada dua reaksi umum. Pertama: buru-buru potong biaya iklan. Kedua: stop produksi barang tertentu. Tapi orang yang punya critical thinking bakal nanya: “Kenapa penjualan turun? Apakah ada perubahan perilaku pelanggan? Apakah ada kompetitor baru? Atau distribusi terganggu?”
Dengan cara berpikir ini, keputusan yang diambil bisa lebih akurat, terukur, dan—yang paling penting—lebih aman secara bisnis.

Oke, kita sepakat critical thinking itu penting. Tapi apakah bisa dipelajari? Jawabannya: bisa banget! Dan cara paling efektif untuk melatihnya adalah lewat in house training. Kenapa? Karena konteksnya sesuai banget dengan kebutuhan perusahaanmu sendiri.
Di in house training, pembelajaran bisa dikaitkan langsung dengan studi kasus nyata dari perusahaan kamu. Tim kamu nggak cuma belajar teori, tapi langsung diskusi, debat sehat, dan simulasi problem solving yang relevan. Selain itu, pelatihan dilakukan dalam suasana yang lebih santai dan familiar, karena pesertanya ya… rekan kerja sendiri. Jadi, semua orang bisa lebih terbuka dan aktif berpikir.
- Apa yang biasanya diajarkan dalam in house training critical thinking?
Biasanya, peserta akan diajak memahami tahapan berpikir kritis mulai dari: - Mengenali asumsi yang keliru
- Mengumpulkan data secara objektif
- Menyusun argumen secara logis
- Menghindari bias dalam pengambilan keputusan
- Berlatih studi kasus dan debat mini
Latihan-latihan ini bisa dikemas dalam bentuk roleplay, simulasi bisnis, sampai challenge pemecahan masalah bareng tim. Seru, tapi juga sangat membuka wawasan!
Critical thinking bukan cuma skill tambahan—di era bisnis yang makin cepat berubah, ini adalah senjata utama buat menghindari risiko yang nggak perlu dan ambil keputusan yang lebih matang. Dan in house training adalah jalur tercepat untuk membekali tim kamu dengan kemampuan ini.
Jangan tunggu sampai keputusan buruk datang dan bikin stres satu divisi. Tingkatkan skill dan performa tim anda bersama kami.
Pelatihansoftskill #levelupyourskill