Suatu hari, kamu berdiri di depan timmu, memikirkan bagaimana caranya membuat mereka lebih bersemangat, lebih produktif, dan lebih loyal terhadap perusahaan.

Kamu berbicara tentang pentingnya disiplin, tentang komitmen, tentang sikap positif dalam menghadapi tantangan. Namun, di tengah semua pidato itu, kamu mulai bertanya pada diri sendiri, “Apakah aku sudah benar-benar menerapkan hal ini dalam diriku sendiri?”

Di sinilah konsep leadership by example mulai terasa sangat penting.

Apa yang Dimaksud dengan Leadership by Example?

Leadership by example adalah gaya kepemimpinan di mana seorang pemimpin menunjukkan perilaku, sikap, dan nilai-nilai yang diharapkan dari timnya dengan cara mengimplementasikannya sendiri. Dengan kata lain, pemimpin tersebut tidak hanya memberi instruksi, tetapi juga berusaha menjadi model nyata dari perilaku yang diinginkan. Ketika seorang pemimpin berkata, “Mari kita jaga kedisiplinan waktu,” ia juga memastikan bahwa dirinya datang tepat waktu, bahkan mungkin lebih awal dari orang lain. Jika ia menginginkan transparansi dan kejujuran, maka ia tidak ragu untuk terbuka pada timnya tentang tantangan atau masalah yang dihadapi organisasi.

Gaya kepemimpinan ini kuat karena tindakan berbicara lebih keras daripada kata-kata. Ketika seorang pemimpin memperlihatkan apa yang ia harapkan dari timnya melalui tindakan nyata, ia menumbuhkan rasa percaya, respek, dan loyalitas dari bawahannya.

leadership by example

Bahaya Jika Pemimpin Tidak Melakukan Leadership by Example

Jika seorang pemimpin hanya memberi perintah tanpa menunjukkan perilaku yang sejalan dengan apa yang diinginkannya, maka akan ada beberapa konsekuensi negatif yang muncul:

  1. Hilangnya Kepercayaan dan Respek
    Ketika tim melihat pemimpin mereka tidak menjalankan apa yang mereka khotbahkan, rasa hormat dan kepercayaan akan cepat hilang. Orang-orang akan mulai meragukan integritas pemimpinnya, dan tanpa kepercayaan, sulit bagi tim untuk bekerja dengan komitmen penuh.
  2. Menurunnya Loyalitas Tim
    Ketidaksesuaian antara kata dan tindakan pemimpin akan menciptakan jarak antara pemimpin dan tim. Dalam jangka panjang, ini akan memengaruhi loyalitas, karena tim merasa pemimpin mereka hanya “berkata tapi tidak bertindak.”
  3. Motivasi dan Produktivitas Menurun
    Ketika pemimpin hanya memberi instruksi tanpa mencontohkan, tim akan kehilangan motivasi. Mereka bisa merasa seolah-olah pemimpin hanya mengarahkan dari jauh tanpa berusaha bersama mereka di lapangan.
  4. Menjadi Penghalang dalam Budaya Kerja Positif
    Tanpa leadership by example, akan sulit membangun budaya kerja yang sehat dan produktif, karena setiap anggota tim merasa tidak ada contoh nyata yang bisa diikuti.

Cara Agar Seorang Pemimpin Bisa Memiliki Kemampuan Leadership by Example

  1. Mulai dari Diri Sendiri
    Cara paling sederhana untuk menerapkan leadership by example adalah dengan memulai dari diri sendiri. Jika kamu ingin timmu lebih disiplin, mulailah dengan disiplin dalam hal waktu, pekerjaan, dan komitmenmu sendiri. Menjadi teladan dalam hal-hal sederhana dapat memberikan dampak besar.
  2. Jujur dan Terbuka
    Kejujuran dan keterbukaan adalah nilai penting dalam kepemimpinan. Ketika kamu menghadapi tantangan atau keputusan sulit, bagikan proses berpikirmu dengan tim. Tunjukkan bahwa kamu juga harus berjuang, mengambil risiko, dan bekerja keras, sama seperti mereka.
  3. Terlibat Aktif dalam Aktivitas Tim
    Untuk membangun kepemimpinan melalui contoh, seorang pemimpin harus hadir dan terlibat aktif dalam kegiatan tim. Hadir di lapangan, ikut serta dalam proyek penting, dan tunjukkan bahwa kamu tidak hanya memantau dari jauh, tetapi juga ikut bekerja keras bersama mereka.
  4. Berikan Umpan Balik yang Konstruktif dan Terima Kritik
    Jadilah pemimpin yang terbuka terhadap kritik dan umpan balik. Ketika anggota tim melihat bahwa kamu bisa menerima kritik dan terus berkembang, mereka akan merasa nyaman untuk terbuka dan terus berusaha untuk memperbaiki diri.
  5. Tetapkan Standar Tinggi untuk Dirimu Sendiri
    Leadership by example adalah tentang menetapkan standar tinggi bagi dirimu sendiri. Jadilah pemimpin yang bisa diandalkan, disiplin, dan berkomitmen untuk kualitas kerja yang tinggi. Ketika tim melihatmu sebagai seorang pemimpin yang konsisten dalam memberikan yang terbaik, mereka akan terdorong untuk mengikuti.
cara leadership by example

Contoh Praktis dalam Leadership by Example

Misalnya, kamu ingin timmu memiliki etos kerja yang kuat dalam hal menghadapi tenggat waktu. Alih-alih hanya mengingatkan mereka untuk menyelesaikan pekerjaan tepat waktu, tunjukkan bagaimana kamu sendiri memprioritaskan pekerjaan dan menyelesaikan tanggung jawabmu sebelum tenggat. Mungkin ada proyek besar yang harus kamu pimpin—jadikan momen ini sebagai kesempatan untuk menunjukkan bahwa kamu juga siap begadang atau bekerja ekstra demi hasil terbaik. Ketika tim melihat komitmenmu, mereka akan lebih termotivasi untuk menunjukkan komitmen yang sama.

Contoh lain adalah dalam hal menjaga budaya komunikasi yang terbuka. Jika kamu ingin timmu berani berbicara dan memberi masukan, tunjukkan dengan menjadi pendengar aktif. Saat rapat, dengarkan ide dan pendapat timmu dengan penuh perhatian, dan berikan umpan balik yang membangun. Sikap ini akan membuat tim merasa dihargai dan lebih terbuka untuk berbicara.

Kesimpulan

Leadership by example adalah cara kepemimpinan yang esensial dalam membangun tim yang solid, berintegritas, dan produktif. Ketika seorang pemimpin tidak sekadar memberi instruksi, tetapi juga menjadi contoh nyata bagi timnya, ia menunjukkan integritas, kejujuran, dan komitmen yang akan diikuti oleh tim dengan penuh rasa hormat. Sebaliknya, ketika pemimpin tidak menjalankan leadership by example, risiko kehilangan kepercayaan, loyalitas, dan motivasi tim menjadi lebih tinggi.

Untuk menjadi pemimpin yang bisa memimpin dengan contoh, mulailah dari hal-hal kecil: disiplin dalam pekerjaan, terbuka dengan tantangan, terlibat aktif dalam proyek tim, dan menjadi pendengar yang baik. Ketika pemimpin berusaha menjalani nilai-nilai yang ia tekankan, tim akan mengikuti dengan lebih semangat. Ini bukan hanya soal menjadi pemimpin yang dihormati, tetapi juga tentang menciptakan budaya kerja yang produktif, sehat, dan inspiratif.

Biodata penulis :
Gladys P Antariksa
Adalah seorang pengusaha, pembicara, trainer dan coach yang sudah mengajarkan berbagai materi seperti kepemimpinan, teamwork, service of excellence dan komunikasi kepada puluhan perusahaan sejak 2013.
Jika Anda tertarik untuk belajar bersama coach Gladys segera hubungi kami di
+628953 4295 4171

Ingin Meningkatkan Kepercayaan Diri, Karir atau Bisnis? Yuk Ikut Seminar Public Speaking di Bandung

Mau Ebook & Webinar Gratis

ebook gratis

Silahkan Isi Form Berikut Ini Dulu :

Pantes gak kritis, kamu kejebak confirmation bias kan ? Pelajari biar kamu lebih kritis.

Bayangkan ini: Kamu sedang berdiskusi dengan teman-teman kantor tentang proyek baru. Kamu yakin banget bahwa ide yang kamu ajukan adalah yang paling efektif. Lalu, ketika ada data yang menunjukkan kalau pendekatan lain mungkin lebih baik, kamu malah sibuk mencari...

2 tipe manusia waktu ngadepin masalah, flight or fight. Mana yang bagus buat mental health ?

Bayangkan ini, kamu sedang berada di ruang kerja, tenggelam dalam laporan yang harus selesai sebelum jam lima sore. Tiba-tiba, bosmu masuk dengan wajah serius dan berkata, “Ada masalah besar. Klien kita tidak puas, dan kita butuh solusi cepat!” Kamu langsung merasa...

Mau terus semangat ? Kamu harus dapetin positive reinforcement waktu kerja ! 

Ceritanya, kamu adalah seorang manajer baru di sebuah perusahaan. Ada seorang karyawan, Andi, yang kelihatannya selalu datang tepat waktu dan rajin menyelesaikan pekerjaannya. Tapi, kamu merasa ada yang kurang. Kinerjanya konsisten, tapi dia terlihat datar—seolah-olah...

Setelah kamu paham attachment styles kamu gak bakal bingung lagi kalau di ghosting sahabatmu

Kamu punya dua teman baik: Rina dan Dika. Ketika kamu tiba-tiba menghilang dari grup chat selama seminggu karena sibuk, respons mereka benar-benar berbeda. Rina langsung menelpon, bertanya apakah kamu baik-baik saja. Nada suaranya terdengar cemas, tapi dia juga...

Sabar itu bagus tapi kamu jangan sampai emotion repression. Mental health kamu bisa rusak.

Kamu baru saja keluar dari ruang rapat setelah perdebatan panas dengan atasanmu. Ada satu momen di mana kamu merasa ingin meledak, ingin mengatakan semua yang ada di pikiranmu. Tapi kamu menahannya. Sebaliknya, kamu hanya tersenyum kecil, mengangguk, lalu keluar...

Saya gak bisa tidur ternyata saya ngalamin hypervigilance, jangan jangan kamu juga ?

Hari itu, kamu sedang duduk di sebuah kafe, menikmati secangkir kopi setelah hari yang panjang di kantor. Tapi meski suasananya tenang, pikiranmu justru tidak berhenti bergerak. Setiap pintu yang terbuka membuatmu menoleh. Suara tawa dari meja sebelah terasa terlalu...

Dapatkan kebahagiaan dengan self compassion, bukan lembek tapi demi mental health.

Kamu baru saja pulang dari kantor setelah hari yang berat. Hari ini, semua yang kamu coba rasanya gagal. Presentasi yang kamu persiapkan semalaman tidak berjalan seperti rencana, dan atasanmu memberikan kritik yang menurutmu menyakitkan. Di perjalanan pulang,...

Kebenaran tentang Overthinking ! Gak bahaya asalkan kamu jangan banyak inner critic ya.

Bayangkan ini: Kamu sedang mempersiapkan presentasi penting di kantor. Kamu sudah berlatih berjam-jam, menyusun slide yang sempurna, dan memastikan semuanya rapi. Tapi saat berdiri di depan cermin, suara kecil di dalam kepalamu mulai bicara, “Kamu nggak cukup bagus....

Sabar kamu gak males kamu cuman burnout. Yuk semangat lagi artikel ini

Bayangkan ini: Kamu sudah bekerja non-stop selama tiga bulan terakhir. Setiap hari penuh dengan deadline, meeting, dan revisi yang seakan tidak ada habisnya. Akhir pekan? Ah, jangan harap bisa santai, karena ada kerjaan tambahan yang harus diselesaikan. Kamu merasa...

Bahaya yang gak keliatan ! Ternyata Cognitive dissonance yang bikin kamu stress

Kamu sedang duduk di sebuah kafe dengan seorang teman baikmu, Andi. Obrolan awalnya santai, membahas pekerjaan dan rencana liburan. Namun, suasana berubah ketika kamu membahas investasi. Kamu mengatakan, “Menurutku, investasi di reksa dana lebih aman untuk pemula.”...