Gak tenang rasanya
kamu sedang bersantai di rumah setelah hari yang panjang. Kamu buka Instagram, scroll sebentar, lalu tiba-tiba hatimu terasa aneh. Teman-temanmu lagi hangout di kafe baru, seseorang yang kamu kenal posting foto liburan di Bali, dan ada workshop menarik yang semua orang ikutan—tapi kamu bahkan nggak tahu kapan itu diumumkan. “Kok kayaknya aku selalu ketinggalan, ya?” pikirmu sambil terus scroll.
Sebelum kamu sadar, waktu sudah berlalu dua jam, dan bukannya rileks, kamu malah makin stres. Itulah FOMO atau Fear of Missing Out.

Apa Itu FOMO dalam Psikologi?
FOMO adalah perasaan takut atau cemas bahwa kamu sedang melewatkan pengalaman, peluang, atau informasi penting yang sedang dinikmati orang lain. Ini pertama kali dikenali sebagai fenomena psikologis di era media sosial, karena kita sekarang lebih mudah melihat apa yang orang lain lakukan dalam hidup mereka—dan membandingkannya dengan hidup kita.
Ciri-ciri FOMO:
- Terus-menerus memeriksa media sosial agar tidak “ketinggalan informasi.”
- Sulit menikmati momen karena selalu berpikir ada sesuatu yang lebih baik di luar sana.
- Merasa gelisah atau kecewa ketika melihat orang lain melakukan sesuatu yang tidak kamu ikuti.
Apa Sisi Baik dari FOMO?
Meskipun FOMO sering dianggap negatif, sebenarnya ada beberapa sisi baiknya jika kamu tahu bagaimana mengelolanya.
1. Meningkatkan Kesadaran
FOMO membuat kamu lebih sadar akan peluang yang mungkin ada di sekitar. Misalnya, karena merasa ketinggalan workshop tertentu, kamu jadi lebih rajin mencari tahu acara-acara yang relevan dengan minatmu.
2. Memberi Motivasi untuk Berkembang
Melihat pencapaian orang lain bisa memotivasi kamu untuk menetapkan tujuan yang lebih tinggi. Misalnya, saat melihat teman berhasil mencapai sesuatu, kamu jadi termotivasi untuk meningkatkan kemampuanmu.
3. Memperluas Jaringan Sosial
Karena FOMO, kamu mungkin lebih sering menghadiri acara atau berkumpul dengan teman-teman, yang pada akhirnya bisa memperkuat koneksi sosial.
Namun, sisi baik ini hanya muncul jika FOMO dikelola dengan sehat.
Bahaya FOMO jika Tidak Dikelola
FOMO yang tidak terkendali bisa membawa dampak buruk, baik secara mental maupun emosional:
- Stres Berlebihan
Kamu terus-menerus merasa tidak cukup, seperti hidupmu selalu kurang dibandingkan orang lain. - Kehilangan Fokus pada Hal Penting
Alih-alih menikmati hidupmu, kamu malah sibuk mengejar apa yang kamu pikir sedang dinikmati orang lain. - Menguras Energi dan Waktu
Menghabiskan waktu memantau media sosial atau mengejar aktivitas hanya karena takut ketinggalan bisa membuat kamu kehilangan momen berharga dalam hidupmu sendiri.
Bagaimana Menghadapi FOMO dengan Sehat?
1. Sadari dan Terima Perasaanmu
Langkah pertama adalah jujur pada diri sendiri. Akui bahwa kamu merasa FOMO dan tanyakan pada diri sendiri, “Apakah ini benar-benar penting buatku?”
- Contoh: Jika teman-temanmu pergi ke acara yang tidak kamu ikuti, tanyakan apakah kamu benar-benar ingin ada di sana, atau hanya takut terlihat “tidak gaul.”
2. Kurangi Paparan Media Sosial
Media sosial adalah pemicu terbesar FOMO. Cobalah untuk mengatur waktu penggunaanmu.
- Tips: Setel alarm sebagai pengingat untuk berhenti scrolling, atau gunakan aplikasi pengatur waktu layar.
3. Fokus pada Nilai Pribadi
Daripada terus membandingkan dirimu dengan orang lain, fokuslah pada apa yang benar-benar penting untukmu.
- Latihan: Tuliskan 3 hal yang kamu syukuri setiap hari. Ini membantu kamu menghargai hidupmu sendiri.
4. Buat Tujuan Sendiri
Daripada mengikuti apa yang orang lain lakukan, tentukan tujuanmu sendiri berdasarkan minat dan kebutuhanmu.
- Contoh: Jika teman-temanmu sering ke gym, tetapi kamu lebih suka yoga di rumah, itu tidak masalah.
5. Latih Mindfulness
Mindfulness adalah cara efektif untuk melawan FOMO. Dengan mindfulness, kamu belajar untuk hadir sepenuhnya dalam momen saat ini.
- Praktik: Cobalah meditasi sederhana selama 5 menit setiap pagi untuk menenangkan pikiranmu.

Contoh Praktis Menghadapi FOMO
Bayangkan ini: teman-temanmu memutuskan untuk pergi ke konser besar, tetapi kamu sudah memiliki rencana untuk hari itu. Daripada merasa kecewa, kamu bisa:
- Mengakui bahwa kamu memang ingin ikut, tetapi memilih untuk menikmati rencanamu sendiri.
- Menghabiskan waktu melakukan sesuatu yang kamu sukai, seperti membaca buku atau berjalan-jalan santai.
- Setelahnya, dengarkan cerita teman-temanmu tanpa merasa iri, karena kamu juga telah menikmati momenmu sendiri.
Kesimpulan
FOMO adalah bagian dari hidup di era digital, tapi bukan berarti kamu harus membiarkannya menguasai dirimu. Belajarlah untuk menikmati hidupmu sendiri tanpa terus-menerus membandingkan dengan orang lain.
Ingat, yang terlihat di media sosial hanyalah potongan kecil dari hidup orang lain. Hidupmu adalah milikmu, dan setiap momen yang kamu nikmati adalah yang sebenarnya paling berharga. 😊
Profil coach Roy Biantoro
Seorang pengusaha muda yang sering berbagi ke berbagai perusahaan, instansi pemerintah dan lembaga pendidikan. Coach Roy udah membagikan ilmu di bidang penjualan (selling), komunikasi, kepemimpinan, kerjasama tim, pelayanan serta bagaimana meningkatkan motivasi tim.
Ayo rasakan perubahan di tim Anda dengan training bersama coach Roy Biantoro. Hubungi kami di 08954 1283 3285

