Pernah ngalamin momen ini?
Saya bilang ke tim,
“Tolong ini diselesaikan secepatnya ya.”
Tim mengangguk.
Saya merasa pesan sudah tersampaikan.
Saya lanjut ke agenda berikutnya.
Beberapa hari lewat.
Hasil datang.
Dan… saya terdiam.
Cepat sih tapi hasilnya ternyata berbeda jauh dengan versi mereka.
Di sinilah banyak pemimpin tersandung pada kendala teknik presentasi yang kelihatannya sepele, tapi dampaknya panjang: ekspektasi yang kabur.

“Segera” itu kapan, sebenarnya?
Coba kita bedah satu kata ini saja: segera. Kata yang sering diucapkan untuk target yang ingin selesai secepat mungkin.
Di kepala saya:
- Hari ini
- Prioritas utama
- Dikerjakan sebelum tugas lain
Di kepala tim:
- Minggu ini
- Setelah tugas yang lebih mendesak
- Selama belum ditegur, berarti aman
Tidak ada yang salah.
Tidak ada yang lalai.
Yang ada hanya ruang kosong di antara pesan dan pemahaman.
Menurut riset komunikasi organisasi, ambiguitas instruksi menjadi salah satu penyebab utama konflik kerja dan turunnya performa tim. Studi dari Project Management Institute menunjukkan bahwa proyek sering terlambat karena tujuan dan ekspektasi awal tidak dirumuskan secara konkret.
Analogi sederhana biar kebayang
Bayangkan kamu naik ojek online.
Kamu bilang ke drivernya,
“Mas, cepat ya.”
Driver bertanya dalam hati:
- Cepat tapi aman?
- Cepat lewat jalan mana?
- Cepat asal sampai?
Tanpa tujuan jelas, setiap orang akan memakai definisi versinya sendiri.
Di dunia kerja, instruksi samar bekerja dengan cara yang sama.
Kenapa pemimpin sering melakukan kesalahan teknik presentasi ini?
Karena ingin bergerak cepat.
Tekanan target.
Waktu terbatas.
Banyak keputusan menunggu.
Akhirnya instruksi dipadatkan jadi satu kalimat pendek.
Niatnya efisien.
Efeknya sering berantakan.
Menurut Harvard Business Review, pemimpin sering merasa kejelasan sudah ada di kepala mereka. Masalahnya, kepala orang lain tidak ikut membaca isi pikiran kita.

Solusi praktis: pakai kerangka SMART setiap memberi tugas
SMART itu singkatan dari:
- Specific – apa tepatnya yang harus dikerjakan
- Measurable – indikator selesai itu seperti apa
- Achievable – realistis dengan sumber daya yang ada
- Relevant – kaitannya dengan tujuan tim atau bisnis
- Time-bound – kapan batas akhirnya
Contoh instruksi versi samar:
“Tolong siapkan laporan ini segera.”
Versi SMART:
“Tolong siapkan laporan penjualan minggu ini, fokus di produk A dan B, maksimal 3 halaman, kirim ke saya hari Rabu jam 5 sore.”
Lebih terstruktur. Lebih jelas.
dan kamu akan Lebih tenang saat menunggu hasil.
Penelitian di bidang manajemen kinerja menunjukkan bahwa tujuan yang spesifik dan berbatas waktu meningkatkan kemungkinan tercapainya target secara signifikan dibanding instruksi umum.
Kejelasan teknik presentasi menghemat energi semua orang
Menurut laporan McKinsey, organisasi dengan tujuan dan peran yang jelas memiliki kecepatan eksekusi yang jauh lebih tinggi.
Penutup kecil untuk direnungkan
Coba cek ulang teknik presentasi dan kalimat instruksi terakhir yang kamu ucapkan ke tim.
Apakah sudah menjawab:
- Apa yang dikerjakan
- Standar keberhasilan
- Tenggat waktunya
Kalau belum, mungkin tim kamu sedang bekerja keras…
di arah yang berbeda dari harapan kamu.
Kalau kamu ingin belajar lebih lanjut mengenai teknik komunikasi kepemimpinan kamu bisa pelajari di artikel ini
KALAU KAMU INGIN IKUT KELAS DAN BELAJAR LANGSUNG DENGAN PUBLIC SPEAKING DAN LEADERSHIP COACH BERPENGALAMAN dan memang seorang pemilik bisnis.

