Kamu punya dua teman baik: Rina dan Dika. Ketika kamu tiba-tiba menghilang dari grup chat selama seminggu karena sibuk, respons mereka benar-benar berbeda.

Rina langsung menelpon, bertanya apakah kamu baik-baik saja. Nada suaranya terdengar cemas, tapi dia juga sedikit kesal karena kamu nggak cerita dulu. Sementara Dika? Dia malah santai banget. Ketika akhirnya kamu balas, dia cuma bilang, “Santai aja, gue tahu kamu pasti lagi sibuk. Kalau butuh cerita, gue selalu ada.”

Kamu jadi mikir, “Kok mereka beda banget, ya?” Nah, jawabannya ada hubungannya sama attachment styles.


attachment style

Apa Itu Attachment Styles dalam Psikologi?

Attachment styles adalah pola hubungan emosional yang terbentuk dari cara kita terhubung dengan orang-orang di sekitar kita, terutama sejak kecil dengan orang tua atau pengasuh utama. Pola ini akhirnya memengaruhi bagaimana kita berinteraksi dengan orang lain dalam hubungan dewasa, termasuk dengan teman.

John Bowlby, seorang ahli psikologi, menyebut bahwa attachment styles muncul dari kebutuhan dasar manusia untuk merasa aman dan terhubung. Jadi, bagaimana kamu membangun kepercayaan dan merespons orang lain sangat dipengaruhi oleh attachment style yang kamu miliki.


Apa Saja Attachment Styles dalam Hubungan?

Ada empat jenis utama attachment styles:

  1. Secure Attachment (Kelekatan Aman)
    Orang dengan pola ini biasanya nyaman dalam hubungan. Mereka percaya pada orang lain, tidak takut menunjukkan emosi, dan mampu menjalin hubungan yang sehat.
    • Contoh: Seperti Dika, yang bisa memberikan ruang tanpa merasa terabaikan.
  2. Anxious Attachment (Kelekatan Cemas)
    Mereka yang memiliki gaya ini cenderung membutuhkan kepastian terus-menerus. Kadang, mereka takut ditinggalkan dan bisa terlihat terlalu melekat.
    • Contoh: Seperti Rina, yang langsung khawatir dan kesal saat kamu nggak merespons.
  3. Avoidant Attachment (Kelekatan Menghindar)
    Orang dengan gaya ini cenderung menjaga jarak dalam hubungan. Mereka sering terlihat independen, tapi sebenarnya takut untuk terlalu terikat.
    • Contoh: Teman yang sering bilang, “Nggak apa-apa gue sendiri aja, nggak usah repot-repot.”
  4. Disorganized Attachment (Kelekatan Campuran)
    Kombinasi antara cemas dan menghindar. Mereka bisa sangat dekat dengan seseorang, lalu tiba-tiba menarik diri karena takut terluka.
    • Contoh: Teman yang kadang sangat perhatian, tapi tiba-tiba menghilang tanpa alasan.

Apa Dampak Attachment Styles dalam Pergaulan?

  • Secure Attachment: Orang dengan gaya ini biasanya punya hubungan yang stabil dan saling mendukung. Mereka tahu kapan harus mendekat dan kapan harus memberi ruang.
  • Anxious Attachment: Bisa menyebabkan konflik karena teman dengan gaya ini sering kali membutuhkan banyak perhatian atau validasi.
  • Avoidant Attachment: Hubungan dengan mereka bisa terasa dingin atau dangkal karena mereka sulit membuka diri.
  • Disorganized Attachment: Hubungan bisa terasa seperti roller-coaster, dengan banyak tarik-ulur yang bikin bingung.

cara attachment style

Bagaimana memahami Attachment Styles yang Sehat?

Attachment styles bukan takdir, kok. Kamu bisa belajar untuk memperbaikinya dan menjalin hubungan yang lebih sehat.

  1. Kenali Gaya Kamu Sendiri
    Cobalah refleksi: Apa yang biasanya kamu rasakan saat ada masalah dengan teman? Apakah kamu cemas, menarik diri, atau merasa nyaman?
  2. Komunikasikan Kebutuhanmu
    Kalau kamu cenderung cemas, jangan takut untuk jujur. Misalnya, “Aku kadang suka overthinking kalau nggak ada kabar, jadi aku senang kalau kamu bisa kasih update kecil.”
  3. Berlatih Memberikan dan Meminta Ruang
    • Untuk yang cemas: Belajar untuk tidak terlalu bergantung pada teman, dan berlatih mengatasi ketakutan sendiri.
    • Untuk yang menghindar: Cobalah untuk membuka diri sedikit demi sedikit, misalnya dengan berbagi cerita kecil lebih sering.
  4. Belajar dari Orang dengan Secure Attachment
    Teman dengan gaya ini bisa jadi contoh yang baik. Amati bagaimana mereka menjaga keseimbangan antara kehadiran dan memberi ruang.
  5. Terapi atau Konseling
    Kalau kamu merasa attachment styles-mu terlalu memengaruhi hubungan, terapi bisa membantu memahami pola ini lebih dalam dan menemukan cara mengatasinya.

Contoh Kasus dan Solusinya

Situasi: Kamu punya teman yang selalu butuh perhatian lebih (anxious attachment), sementara kamu tipe yang lebih suka menyendiri (avoidant attachment).

  • Solusi: Coba buat kesepakatan. Misalnya, beritahu dia bahwa kamu butuh waktu sendiri untuk recharge, tapi yakinkan dia bahwa kamu tetap peduli.

Situasi: Kamu merasa sering kesal karena temanmu sepertinya tidak pernah membalas chat tepat waktu (anxious attachment).

  • Solusi: Diskusikan perasaanmu secara langsung, tanpa menyalahkan. Gunakan kalimat seperti, “Aku kadang khawatir kalau nggak ada kabar. Kalau bisa, kasih tahu aja kalau kamu sibuk, biar aku nggak overthinking.”

Kesimpulan

Attachment styles adalah kunci untuk memahami bagaimana kita terhubung dengan orang lain. Dengan mengenali gaya kita sendiri dan orang-orang di sekitar kita, kita bisa menciptakan hubungan yang lebih sehat dan bahagia.

Ingat, hubungan yang baik bukan soal sempurna, tapi soal saling belajar dan mendukung. Jadi, yuk mulai kenali dirimu dan teman-temanmu lebih baik lagi! 🌟

Profil coach Roy Biantoro
Seorang pengusaha muda yang sering berbagi ke berbagai perusahaan, instansi pemerintah dan lembaga pendidikan. Coach Roy udah membagikan ilmu di bidang penjualan (selling), komunikasi, kepemimpinan, kerjasama tim, pelayanan serta bagaimana meningkatkan motivasi tim.
Ayo rasakan perubahan di tim Anda dengan training bersama coach Roy Biantoro. Hubungi kami di 08954 1283 3285

Ingin Meningkatkan Kepercayaan Diri, Karir atau Bisnis? Yuk Ikut Seminar Public Speaking di Bandung

Mau Ebook & Webinar Gratis

ebook gratis

Silahkan Isi Form Berikut Ini Dulu :

8 dari 10 pengusaha tidak bisa memimpin. Solusinya cukup dengan Public Speaking Pemimpin

Sebagai seorang trainer dengan ratusan jenis profesi dan klien, sangat disayangkan banyak sekali klien saya adalah seorang pengusaha. Mereka rata rata tidak bisa melakukan public speaking pemimpin sehingga produktivitas dari perusahaan menurun. Rata rata mereka...

Stop bohongin diri sendiri ! Lakukan Shadow work buat self healing diri kamu

"Mengenal Dirimu Lebih Dalam dengan Shadow Work" Bayangkan kamu sedang duduk di kamar, sendirian. Hari itu berat banget—ada sesuatu yang membuatmu merasa nggak nyaman, tapi kamu nggak tahu kenapa. Lalu, sebuah pertanyaan muncul di kepala, “Kenapa aku selalu merasa...

Setelah baca artikel ini kamu pasti bisa tau ciri temen Red Flag & Green Flag. Mana yang cocok buat kamu ?

"Ketika Kamu Menyadari Ada yang Tidak Beres demgan orang di sekitarmu" Pernah nggak sih, kamu bertemu seseorang yang awalnya terlihat sangat menyenangkan, tapi setelah beberapa waktu, kamu mulai merasa ada yang aneh? Misalnya, dia selalu menuntut perhatianmu tapi...

Sekali kali kamu harus digital detox deh, biar kamu tetap bahagia. Yuk pelajari caranya

Kamu sadar nggak sih ??? Coba mikir bentar sejak bangun tidur, tanganmu udah otomatis cari ponsel? Scroll Instagram, cek WhatsApp, lalu buka email kerja. Sebelum mata benar-benar melek, kamu udah sibuk menatap layar. Sampai suatu hari, kamu duduk di meja kerja, tapi...

AWAS ! JANGAN DEKET DEKET ! Energy Vampires ini bahaya buat kamu ! Baca kalau mau mental health sehat !

Kamu pernah ngalamin ini ? ketemu seseorang yang, habis ngobrol sama dia, kamu langsung capek banget? Bahkan sebelum ngobrol, kamu udah ngerasa tegang karena tahu topiknya bakal berat, keluhan lagi, atau drama lagi. Kamu kayak mau menghindar, tapi nggak enak....

Gak masuk akal, masa pakai manifestation bisa bikin kamu sukses ? Masa sih ? Yuk bahas disini.

"Ketika Kamu Berusaha Menarik Hal Baik ke Dalam Hidupmu" Bayangin ini: Kamu lagi duduk sendirian di kafe favorit, sambil scroll media sosial. Tiba-tiba kamu nemu video tentang manifestation. Di video itu, orang bilang, “Kalau kamu benar-benar percaya dan fokus, semua...

Sebelum kamu mimpi mau sukses, menikah punya anak. Beresin dulu inner child kamu. Disini kita bahas caranya.

Kamu masih mengalami ini ? Bayangin kamu lagi duduk sendiri di kamar, tiba-tiba terlintas memori masa kecil—waktu kamu dimarahi cuma karena tumpahin segelas susu di meja makan. Rasanya kayak kamu kembali jadi anak kecil itu: takut, malu, tapi juga sedih karena nggak...

Kamu pasti punya imposter syndrome. Makanya gak bisa sukses Cek ciri cirinya dan solusinya disini. 

"Kamu Pasti Pernah Ngerasa Nggak Layak punya semua yang kamu miliki , Kan?" Kamu pernah nggak, berdiri di depan ruangan penuh orang, siap mempresentasikan proyek yang sudah kamu kerjakan berbulan-bulan, tapi tiba-tiba otakmu mulai ribut? “Ah, aku cuma beruntung aja...

Kamu harus tau ini ! JOMO Rahasia Hidup happy gak usah ngikutin trend.

Kamu pernah nggak, ngerasa bahagia banget waktu nggak ikutan acara yang ramai dibahas teman-teman? Misalnya, ada pesta besar yang semua orang kayaknya wajib hadir, tapi kamu malah memilih malam santai di rumah, nonton serial favorit, atau baca buku yang udah lama kamu...

Ternyata FOMO yang bikin millenial dan gen-z gak bisa kaya, Jangan sampai kamu kena juga ya !

Gak tenang rasanya kamu sedang bersantai di rumah setelah hari yang panjang. Kamu buka Instagram, scroll sebentar, lalu tiba-tiba hatimu terasa aneh. Teman-temanmu lagi hangout di kafe baru, seseorang yang kamu kenal posting foto liburan di Bali, dan ada workshop...