“Ketika Kamu Menyadari Ada yang Tidak Beres demgan orang di sekitarmu”

Pernah nggak sih, kamu bertemu seseorang yang awalnya terlihat sangat menyenangkan, tapi setelah beberapa waktu, kamu mulai merasa ada yang aneh? Misalnya, dia selalu menuntut perhatianmu tapi nggak pernah mau mendengarkan ceritamu. Atau, dia sering berjanji tapi hampir selalu lupa. Awalnya kamu mungkin mikir, “Ah, mungkin dia cuma sibuk.” Tapi lama-lama, kamu mulai capek sendiri, merasa hubungan ini nggak sehat. Nah, apa yang kamu rasakan itu adalah tanda-tanda Red Flag.


bahaya red flag

Apa Itu Red Flag dalam Psikologi?

Dalam psikologi, Red Flag adalah tanda-tanda peringatan yang menunjukkan bahwa ada sesuatu yang nggak sehat, baik dalam hubungan, perilaku, atau situasi tertentu. Red Flag ini bisa muncul di berbagai aspek kehidupan, misalnya dalam hubungan romantis, pertemanan, pekerjaan, atau bahkan cara kita memperlakukan diri sendiri.

Red Flag biasanya bersifat subtil di awal. Contohnya, dalam hubungan, seseorang yang selalu memonitor lokasi dan aktivitasmu mungkin terlihat perhatian. Tapi, kalau diperhatikan lebih dalam, ini bisa jadi tanda kontrol berlebih yang nggak sehat. Di dunia kerja, atasan yang selalu memuji performa timmu tapi nggak pernah memberikan waktu istirahat yang cukup juga bisa jadi Red Flag.


Apa Sisi Baik dari Red Flag?

Mungkin terdengar aneh kalau Red Flag punya sisi baik, ya? Tapi, sebenarnya Red Flag itu seperti alarm. Ketika kamu mulai menyadari adanya Red Flag, itu artinya kamu sudah lebih peka terhadap apa yang sehat dan nggak sehat untukmu. Ini adalah langkah awal menuju kesadaran diri dan kemampuan untuk melindungi batasanmu.

Red Flag juga bisa jadi kesempatan untuk belajar mengenali pola-pola buruk dalam hubungan atau situasi. Dengan memerhatikan Red Flag, kamu bisa menghindari risiko lebih besar di masa depan. Misalnya, kalau kamu menyadari ada Red Flag di awal hubungan, kamu bisa mengambil keputusan sebelum situasinya makin rumit.


ciri red flag

Bagaimana Cara Menghadapi Red Flag dengan Sehat?

Menghadapi Red Flag butuh keberanian dan kepekaan, terutama kalau kamu sudah terlibat jauh dalam situasi tersebut. Berikut langkah-langkah yang bisa kamu lakukan:

1. Kenali Tanda-Tandanya

Langkah pertama adalah memahami apa saja yang termasuk Red Flag. Contohnya:

  • Orang yang nggak menghormati batasan pribadimu.
  • Pasangan atau teman yang manipulatif atau meremehkanmu.
  • Rekan kerja yang selalu memanfaatkanmu tanpa memberi timbal balik.

Kamu bisa membuat daftar perilaku atau situasi yang membuatmu merasa nggak nyaman sebagai panduan pribadi.

2. Percayai Intuisi

Kadang, tubuh kita memberi sinyal lebih dulu sebelum otak sadar. Kalau kamu merasa nggak nyaman atau ada sesuatu yang “nggak beres,” jangan abaikan perasaan itu. Intuisi sering jadi alat yang kuat untuk mengenali Red Flag.

3. Bicarakan dengan Orang yang Dipercaya

Kalau kamu ragu dengan situasi yang sedang kamu alami, cobalah cerita ke sahabat, keluarga, atau bahkan terapis. Orang lain yang lebih objektif bisa membantu kamu melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda.

4. Tetapkan Batasan

Belajar berkata “tidak” adalah cara efektif untuk melindungi diri dari dampak Red Flag. Misalnya, jika ada teman yang sering meminta bantuan tapi nggak pernah ada saat kamu butuh, tetapkan batasan sejauh mana kamu bersedia membantu.

5. Jangan Takut untuk Melepaskan

Kadang, menghadapi Red Flag berarti harus melepaskan hubungan atau situasi yang nggak sehat. Ini memang nggak mudah, terutama kalau kamu sudah terlanjur terikat secara emosional. Tapi ingat, memilih dirimu sendiri adalah bentuk cinta diri yang paling penting.


Contoh Praktis Red Flag dalam Kehidupan Sehari-hari

Misalnya, kamu sedang dekat dengan seseorang. Awalnya dia selalu menelepon untuk memastikan kamu sampai rumah dengan selamat—terlihat perhatian, kan? Tapi lama-lama, dia mulai bertanya setiap detail dari harimu, mengontrol siapa yang boleh kamu temui, dan marah kalau kamu nggak membalas pesannya dengan cepat. Ini adalah Red Flag berupa perilaku kontrol berlebih.

Atau di tempat kerja, kamu punya atasan yang selalu bilang bahwa “tim ini nggak akan berhasil tanpa kamu.” Awalnya kamu merasa dihargai, tapi lama-lama kamu sadar bahwa dia sebenarnya memanipulasi agar kamu terus bekerja lembur tanpa penghargaan yang setimpal.


Kesimpulan

Red Flag adalah tanda-tanda penting yang membantu kita mengenali situasi yang nggak sehat. Meski sering dianggap negatif, sebenarnya Red Flag adalah alat pembelajaran untuk melindungi diri kita dari hubungan atau lingkungan yang berpotensi merugikan.

Yang terpenting, jangan abaikan perasaanmu sendiri. Kalau kamu merasa ada yang nggak beres, percayai itu, dan ambil tindakan yang tepat. Hidup ini terlalu berharga untuk terus terjebak dalam situasi yang hanya menguras energi dan kebahagiaanmu. 💙

Profil coach Roy Biantoro
Seorang pengusaha muda yang sering berbagi ke berbagai perusahaan, instansi pemerintah dan lembaga pendidikan. Coach Roy udah membagikan ilmu di bidang penjualan (selling), komunikasi, kepemimpinan, kerjasama tim, pelayanan serta bagaimana meningkatkan motivasi tim.
Ayo rasakan perubahan di tim Anda dengan training bersama coach Roy Biantoro. Hubungi kami di 08954 1283 3285

Ingin Meningkatkan Kepercayaan Diri, Karir atau Bisnis? Yuk Ikut Seminar Public Speaking di Bandung

Mau Ebook & Webinar Gratis

ebook gratis

Silahkan Isi Form Berikut Ini Dulu :

Sekali kali kamu harus digital detox deh, biar kamu tetap bahagia. Yuk pelajari caranya

Kamu sadar nggak sih ??? Coba mikir bentar sejak bangun tidur, tanganmu udah otomatis cari ponsel? Scroll Instagram, cek WhatsApp, lalu buka email kerja. Sebelum mata benar-benar melek, kamu udah sibuk menatap layar. Sampai suatu hari, kamu duduk di meja kerja, tapi...

AWAS ! JANGAN DEKET DEKET ! Energy Vampires ini bahaya buat kamu ! Baca kalau mau mental health sehat !

Kamu pernah ngalamin ini ? ketemu seseorang yang, habis ngobrol sama dia, kamu langsung capek banget? Bahkan sebelum ngobrol, kamu udah ngerasa tegang karena tahu topiknya bakal berat, keluhan lagi, atau drama lagi. Kamu kayak mau menghindar, tapi nggak enak....

Gak masuk akal, masa pakai manifestation bisa bikin kamu sukses ? Masa sih ? Yuk bahas disini.

"Ketika Kamu Berusaha Menarik Hal Baik ke Dalam Hidupmu" Bayangin ini: Kamu lagi duduk sendirian di kafe favorit, sambil scroll media sosial. Tiba-tiba kamu nemu video tentang manifestation. Di video itu, orang bilang, “Kalau kamu benar-benar percaya dan fokus, semua...

Sebelum kamu mimpi mau sukses, menikah punya anak. Beresin dulu inner child kamu. Disini kita bahas caranya.

Kamu masih mengalami ini ? Bayangin kamu lagi duduk sendiri di kamar, tiba-tiba terlintas memori masa kecil—waktu kamu dimarahi cuma karena tumpahin segelas susu di meja makan. Rasanya kayak kamu kembali jadi anak kecil itu: takut, malu, tapi juga sedih karena nggak...

Kamu pasti punya imposter syndrome. Makanya gak bisa sukses Cek ciri cirinya dan solusinya disini. 

"Kamu Pasti Pernah Ngerasa Nggak Layak punya semua yang kamu miliki , Kan?" Kamu pernah nggak, berdiri di depan ruangan penuh orang, siap mempresentasikan proyek yang sudah kamu kerjakan berbulan-bulan, tapi tiba-tiba otakmu mulai ribut? “Ah, aku cuma beruntung aja...

Kamu harus tau ini ! JOMO Rahasia Hidup happy gak usah ngikutin trend.

Kamu pernah nggak, ngerasa bahagia banget waktu nggak ikutan acara yang ramai dibahas teman-teman? Misalnya, ada pesta besar yang semua orang kayaknya wajib hadir, tapi kamu malah memilih malam santai di rumah, nonton serial favorit, atau baca buku yang udah lama kamu...

Ternyata FOMO yang bikin millenial dan gen-z gak bisa kaya, Jangan sampai kamu kena juga ya !

Gak tenang rasanya kamu sedang bersantai di rumah setelah hari yang panjang. Kamu buka Instagram, scroll sebentar, lalu tiba-tiba hatimu terasa aneh. Teman-temanmu lagi hangout di kafe baru, seseorang yang kamu kenal posting foto liburan di Bali, dan ada workshop...

Stop dengerin Motivasi ! toxic positivity gak akan buat kamu jadi sukses.

Cape gak ? Kesel gak ? Kamu baru saja menghadapi hari yang berat di kantor. Proyek besar yang kamu kerjakan selama berminggu-minggu gagal total. Atasan kecewa, timmu frustasi, dan kamu merasa hancur. Saat kamu menceritakan masalah ini ke teman dekat, dia hanya...

Kamu gak mau jadi ODGJ kan ? Makanya Jangan lupa lakukan self care !

Coba ingat momen ini: kamu pulang kerja setelah hari yang sangat sibuk. Deadline bertumpuk, bos terus menekan, dan kolega memintamu membantu tugas mereka. Sampai di rumah, kamu duduk di sofa sambil memegang ponsel, tapi bukannya merasa rileks, kamu malah semakin...

Stop nonton video atau seminar motivasi kalau kamu masih ada Inferiority Complex. ! Solusinya ada disini.

Merangkul Diri Sendiri: Memahami dan Mengatasi Inferiority Complex Kamu pasti pernah berada di posisi ini: ada acara reuni sekolah, semua orang terlihat sukses—ada yang jadi CEO, ada yang sering jalan-jalan ke luar negeri, dan ada juga yang baru beli rumah mewah. Kamu...