Pernah nggak kamu merasa seperti ini:

Saya sudah jelasin.
Saya sudah ulangi.
Saya bahkan merasa ini basic banget.

Tapi…
Tim masih salah jalan.
Hasilnya melenceng.
Dan akhirnya saya geleng-geleng kepala sambil mikir,
“Ini mereka yang nggak nangkap, atau saya yang kurang jelas?”

Nah, di titik ini biasanya masalahnya bukan di kepintaran tim, tapi di satu jebakan psikologis yang sering dialami pemimpin.

Namanya: The Curse of Knowledge.


public speaking entrepreneur

Apa itu The Curse of Knowledge?

Secara sederhana, The Curse of Knowledge adalah kondisi ketika seseorang sudah tahu terlalu banyak, sampai lupa rasanya tidak tahu.

Pemimpin sudah paham :

  • Punya data
  • Ikut rapat strategis
  • Tahu sejarah keputusan
  • Paham alasan di balik setiap kebijakan

Sementara tim:

  • Hanya dengar potongan akhirnya
  • Tidak ikut proses berpikirnya
  • Tidak tahu konteks besarnya

Masalahnya muncul ketika pemimpin berasumsi semua orang ada di kepala yang sama. Akhirnya public speaking meeting berantakan dan tim kamu gak paham apa yang kamu bicarakan.

Padahal tidak.

Fenomena ini dibahas luas dalam literatur psikologi dan behavioral economics. Salah satu riset klasik dari Camerer, Loewenstein, dan Weber (1989) menjelaskan bahwa orang yang sudah memiliki informasi akan sangat sulit membayangkan perspektif orang yang belum tahu. Otak kita “menghapus” memori ketidaktahuan itu.

Artinya: semakin pintar dan berpengalaman seseorang, justru semakin besar risikonya salah komunikasi.


Contoh sederhana biar kebayang

Misalnya saya dan kamu kerja di perusahaan yang sama.

Saya bilang ke tim:

“Target kuartal ini fokus ke efisiensi dan percepatan delivery.”

Di kepala saya, kalimat itu panjang banget artinya:

  • Efisiensi = potong proses A dan B
  • Percepatan = ubah alur approval
  • Delivery = prioritas klien tertentu
  • Alasannya karena laporan bulan lalu menunjukkan bottleneck di titik X

Di kepala tim?

“Oh… ya sudah, kerja lebih cepat aja.”

Akhirnya:

  • Mereka ngebut di bagian yang salah
  • Memotong hal yang seharusnya dijaga
  • Dan hasil akhirnya tetap tidak sesuai harapan saya

Saya frustrasi.
Tim bingung.
Meeting berikutnya jadi tegang.


Kenapa ini sering terjadi pada pemimpin saat public speaking meeting?

Karena pemimpin hidup di masa depan.

Kamu:

  • Sudah mikir 3 langkah ke depan
  • Sudah lihat risiko yang belum terjadi
  • Sudah menyimpulkan dari banyak diskusi tertutup

Tim kamu:

  • Hidup di hari ini
  • Fokus ke tugas yang ada di meja
  • Menunggu arahan yang konkret

Menurut Harvard Business Review (2020), salah satu penyebab utama kegagalan eksekusi strategi adalah leaders assume shared understanding when it doesn’t exist.

Ini bukan karena niat meremehkan tim ya.
Ini murni bias kognitif.


public speaking pengusaha

Solusi praktis public speaking meeting: Jangan langsung ke inti, mulai dari konteks

Ini prinsip sederhana yang sangat kuat:

“Jelaskan seolah-olah mereka baru bergabung hari ini.”

Bahkan untuk hal yang menurut kamu sudah basi.

Struktur komunikasi yang jauh lebih aman:

  1. Konteks dulu
    “Kenapa ini penting?”
  2. Masalahnya apa
    “Apa yang terjadi kalau kita tidak berubah?”
  3. Baru inti pesan
    “Jadi yang perlu kita lakukan adalah…”
  4. Ekspektasi konkret
    “Artinya buat kamu, yang berubah adalah…”

Contoh public speaking meeting yang tepat :

“Teman-teman, dua bulan terakhir kita kehilangan waktu di proses approval. Dampaknya delivery molor dan klien mulai komplain. Karena itu, mulai minggu ini approval kita potong jadi satu tahap. Fokus kita adalah klien A dan B. Jadi kalau kamu pegang proyek lain, prioritasnya diturunkan dulu.”

Kalimatnya lebih panjang.
Tapi kebingungan tim turun drastis.


Intinya fokus di bicara yang utuh.

Banyak pemimpin takut dianggap cerewet.
Takut dibilang menggurui.
Takut mengulang hal yang sama.

Padahal data dari McKinsey menunjukkan bahwa organisasi dengan komunikasi konteks yang kuat memiliki eksekusi strategi 3,5 kali lebih efektif dibanding yang hanya fokus ke instruksi.

Konteks adalah bahan bakar pemahaman. Tanpa konteks, instruksi hanya jadi suara.


Penutup kecil buat direnungkan

Kalau hari ini tim kamu sering:

  • Salah paham
  • Salah prioritas
  • Salah eksekusi

Coba tanya ke diri sendiri:

“Apakah saya menjelaskan dari kepala saya… atau dari kepala mereka?”

Pemimpin yang hebat bukan yang paling cepat sampai kesimpulan,
tapi yang paling sabar mengajak orang lain sampai ke sana bersama-sama.

Kalau kamu ingin belajar lebih lanjut mengenai teknik komunikasi kepemimpinan kamu bisa pelajari di artikel ini

KALAU KAMU INGIN IKUT KELAS DAN BELAJAR LANGSUNG DENGAN PUBLIC SPEAKING DAN LEADERSHIP COACH BERPENGALAMAN dan memang seorang pemilik bisnis.

KLIK TOMBOL DI BAWAH INI (KHUSUS CEO, BUSINESS OWNER, ENTREPRENEUR, MANAGER yang mau bisnisnya semakin maju)

Untuk Anda yang membutuhkan training di perusahaan Anda bisa klik link disini

Training Bandung

Ingin Meningkatkan Kepercayaan Diri, Karir atau Bisnis? Yuk Ikut Seminar Public Speaking di Bandung

Mau Ebook & Webinar Gratis

ebook gratis

Silahkan Isi Form Berikut Ini Dulu :

Ini alasan public speaking pemilik bisnis sangat buruk. Hanya 9 dari 10 orang melakukan kesalahan ini.

Inilah salah satu kendala komunikasi yang paling sensitif dalam kepemimpinan, terutama dalam public speaking pemilik bisnis: ego dan arogansi. Public speaking pemilik bisnis sering terjebak rasa paling tahu Pemilik bisnis memikul beban besar dan semua Risiko di tangan...

Sisi gelap komunikasi rapat yang buat hasil rapat berantakan. Kamu pasti lakukan.

Kamu pasti pernah saat Rapat selesai.Semua terlihat paham. Saya menutup dengan kalimat singkat,“Oke, lanjut ya.” TAPI.... Jeng Jeng JEng Beberapa hari kemudian, hasil kerja masuk.Arah berbeda. Detail melenceng. Prioritas tertukar. TARGET BERANTAKAN Di kepala saya...

85% public speaking pemimpin gagal memahami ini. Kamu sudah tau ?

Coba cek tim kamu. Apakah ??? Tim datang dari berbagai latar. Beragam budaya. Berbeda cara bicara. ? Sebagai pemimpin, bagaimana seharusnya public speaking pemimpin yang kamu lakukan. Saat meeting sepertinya gak pernah ada masalah. Semua kelihatannya paham. Namun...

Teknik kepemimpinan yang salah, ingin tim selalu damai dan kompak. Hati hati meledak.

Jangan sampai kamu mengalami hal ini di kantor kamu. Meeting tenang. Nada bicara halus.Semua terlihat saling menghargai. Saya pulang dengan perasaan aman.Tidak ada perdebatan.Tidak ada gesekan. Namun beberapa minggu kemudian, muncul masalah besar Terjadi pertengakaran...

SOLUSI sederhana untuk kesalahan komunikasi pemimpin. FEEDBACK, ini caranya

Ada pemandangan yang sering muncul di perusahaan. Saya tanya,“Ada masukan?” Ruangan hening.Beberapa orang senyum.Ada yang menunduk. Saya lanjut,“Kalau ada ide, silakan ya.” Semua terlihat paham . Aman. tapi...Sepi. Akhirnya keputusan tetap diambil.Beberapa minggu...

kesalahan cara komunikasi leader paling umum. 90% pejabat melakukan ini

Ada momen yang sering terjadi di ruang meeting dengan cara komunikasi leader yang seperti ini Saya jelaskan panjang lebar.Pakai istilah strategis.Kalimat keren JARGON kebarat baratan agar terdengar pintar. Tim mengangguk serempak. dan....Saya merasa komunikasi...

Memberikan arahan yang jelas justru membuat tim kamu bingung, ini teknik komunikasi pemimpin yang benar

Coba cek apakah tim kamu mengalami ini ? Email masuk bertubi-tubi. Chat grup nyala terus. Undangan meeting datang tanpa jeda. Saya yakin niatnya baik.Semua ingin cepat.Semua ingin lengkap. Namun yang sering terjadi justru sebaliknya.Pesan penting tenggelam.Aksi nyata...

Ternyata ini kesalahan teknik presentasi kamu yang buat tim kamu gak capai target. PAKAI SMART

Pernah ngalamin momen ini? Saya bilang ke tim,“Tolong ini diselesaikan secepatnya ya.” Tim mengangguk.Saya merasa pesan sudah tersampaikan.Saya lanjut ke agenda berikutnya. Beberapa hari lewat.Hasil datang.Dan… saya terdiam. Cepat sih tapi hasilnya ternyata berbeda...

Kamu pernah nanya saat meeting tapi ga ada yang tanggapi ? Ini kesalahan komunikasi pemimpin yang pasti kamu lakukan.

Coba jujur sebentar ya. Pernah ada momen seperti ini:Saya tanya ke tim,mereka jawab panjang,saya angguk-angguk…lalu di kepala saya sudah sibuk nyusun jawaban. Saat mereka selesai, saya langsung kasih solusi. Rasanya produktif.Rasanya efisien.Rasanya seperti pemimpin...

8 dari 10 pengusaha tidak bisa memimpin. Solusinya cukup dengan Public Speaking Pemimpin

Sebagai seorang trainer dengan ratusan jenis profesi dan klien, sangat disayangkan banyak sekali klien saya adalah seorang pengusaha. Mereka rata rata tidak bisa melakukan public speaking pemimpin sehingga produktivitas dari perusahaan menurun. Rata rata mereka...