Kamu pernah nggak, ngerasa bahagia banget waktu nggak ikutan acara yang ramai dibahas teman-teman? Misalnya, ada pesta besar yang semua orang kayaknya wajib hadir, tapi kamu malah memilih malam santai di rumah, nonton serial favorit, atau baca buku yang udah lama kamu tunda. Rasanya damai banget, kan?

Nah, inilah yang disebut JOMO (Joy of Missing Out). Kamu nggak merasa ketinggalan, malah menikmati waktu buat dirimu sendiri. Tapi, apa sih sebenarnya JOMO itu? Dan apakah ada sisi buruknya kalau terlalu sering merasa seperti ini? Yuk, kita bahas sambil ngobrol santai.


cara OMO Joy of missing out

Apa Itu JOMO dalam Psikologi?

JOMO, atau Joy of Missing Out, adalah kebalikan dari FOMO (Fear of Missing Out). Kalau FOMO bikin kamu cemas karena takut ketinggalan, JOMO justru bikin kamu bahagia dengan pilihanmu untuk nggak ikut-ikutan. Dalam psikologi, JOMO mencerminkan kemampuan seseorang untuk menikmati waktu sendiri tanpa tekanan sosial.

Orang yang mengalami JOMO biasanya:

  • Tidak merasa perlu membandingkan hidupnya dengan orang lain.
  • Lebih fokus pada kebahagiaan personal daripada ekspektasi sosial.
  • Mampu menetapkan batasan yang sehat, misalnya menolak ajakan jika itu tidak sesuai dengan kebutuhan mereka.

JOMO ini erat kaitannya dengan mindfulness, yaitu kemampuan untuk hadir sepenuhnya dalam momen yang sedang dijalani, tanpa merasa tertekan oleh hal-hal di luar kontrolmu.


Sisi Baik JOMO: Menemukan Ketenangan dalam Kesederhanaan

JOMO punya banyak manfaat, terutama dalam menjaga kesehatan mental dan emosional.

1. Mengurangi Tekanan Sosial
Dengan JOMO, kamu belajar untuk berkata “tidak” pada hal-hal yang tidak membawa manfaat bagi dirimu. Ini membantu mengurangi tekanan untuk selalu tampil sempurna atau mengikuti tren.

2. Meningkatkan Self-Awareness
Saat memilih untuk tidak ikut dalam hiruk-pikuk, kamu punya lebih banyak waktu untuk mengenali apa yang benar-benar membuatmu bahagia.

3. Memperkuat Hubungan dengan Diri Sendiri
JOMO memberi ruang untuk introspeksi dan self-care. Kamu jadi lebih menghargai momen-momen tenang yang seringkali diabaikan.

4. Meningkatkan Produktivitas
Dengan mengurangi gangguan dari luar, kamu bisa lebih fokus pada pekerjaan atau tujuan pribadimu tanpa merasa terganggu oleh apa yang sedang dilakukan orang lain.


Sisi Buruk JOMO: Kapan Jadi Tidak Sehat?

Tapi, seperti segala hal dalam hidup, kalau berlebihan, JOMO juga bisa punya dampak negatif.

1. Isolasi Sosial
Terlalu menikmati waktu sendiri bisa membuatmu perlahan menarik diri dari hubungan sosial. Meskipun menikmati kesendirian itu sehat, manusia tetap butuh koneksi dengan orang lain untuk menjaga kesehatan mentalnya.

2. Kehilangan Peluang Berharga
Kadang, terlalu sering menolak ajakan atau acara sosial bisa membuatmu melewatkan peluang penting, seperti membangun jaringan atau memperkuat persahabatan.

3. Terjebak dalam Zona Nyaman
JOMO yang berlebihan bisa membuatmu malas untuk keluar dari zona nyaman. Kamu jadi terlalu nyaman dengan rutinitasmu dan kehilangan tantangan baru.


Bagaimana Cara Mengelola JOMO yang Sehat?

JOMO bisa sangat bermanfaat kalau dikelola dengan baik. Berikut adalah beberapa tips agar kamu bisa menjalani JOMO dengan cara yang sehat:

1. Tetapkan Prioritas

Tanyakan pada dirimu, “Apakah ini benar-benar penting untukku?” Jika tidak, maka memilih untuk tidak ikut adalah keputusan yang sehat.

  • Contoh: Kalau ada undangan pesta yang tidak sesuai dengan suasana hatimu, izinkan dirimu untuk menolak tanpa rasa bersalah.

2. Jaga Keseimbangan

JOMO bukan berarti selalu menyendiri. Tetaplah terbuka untuk momen-momen sosial yang membawa kebahagiaan dan manfaat.

  • Tips: Jadwalkan waktu untuk bersosialisasi, meskipun hanya sesekali, agar kamu tetap terhubung dengan orang-orang terdekat.

3. Nikmati Kesendirian dengan Produktif

Gunakan waktu JOMO-mu untuk hal-hal yang membangun, seperti belajar keterampilan baru, membaca, atau meditasi.

  • Latihan: Coba matikan semua notifikasi ponsel selama satu jam dan fokus pada aktivitas yang kamu sukai.

4. Jangan Jadikan JOMO Sebagai Alasan untuk Menghindar

Jika kamu sering merasa cemas di lingkungan sosial, JOMO bisa menjadi “pelarian” yang tidak sehat. Dalam kasus ini, penting untuk menghadapi kecemasanmu secara bertahap.

  • Contoh: Jika kamu takut menghadiri acara besar, mulai dari kumpul kecil dengan teman-teman dekat.

5. Evaluasi Pilihanmu

Setelah memilih untuk tidak ikut dalam sesuatu, tanyakan pada dirimu: “Apakah ini membuatku lebih bahagia atau malah merasa kehilangan?” Jawaban ini bisa membantumu memahami kebutuhan emosionalmu.


JOMO Joy of missing out

Contoh Praktis Menghadapi JOMO

Misalnya, teman-temanmu mengundangmu ke acara musik live di akhir pekan. Kamu sebenarnya merasa lelah setelah minggu yang sibuk, dan lebih ingin menghabiskan waktu di rumah. Dengan JOMO, kamu bisa:

  1. Menolak undangan dengan sopan, tanpa merasa bersalah.
  2. Membuat rencana kecil untuk dirimu sendiri, seperti memasak, menonton film, atau sekadar tidur lebih awal.
  3. Setelahnya, tetap buka komunikasi dengan teman-temanmu agar hubungan tetap terjaga.

Kesimpulan

JOMO adalah seni menemukan kebahagiaan di tengah kesederhanaan. Dengan JOMO, kamu belajar untuk hidup sesuai dengan kebutuhan dan prioritasmu sendiri, tanpa tekanan dari dunia luar.

Namun, kunci utama adalah keseimbangan. Jangan biarkan JOMO membuatmu terisolasi atau kehilangan kesempatan untuk tumbuh. Selama kamu tetap menjaga hubungan sosial yang sehat dan sadar akan kebutuhan emosionalmu, JOMO bisa menjadi alat yang luar biasa untuk menjaga kesehatan mental.

Ingat, menikmati momen sendirian itu sah-sah saja. Toh, hidupmu adalah milikmu, dan hanya kamu yang bisa menentukan apa yang terbaik untuk dirimu sendiri. 😊

Profil coach Roy Biantoro
Seorang pengusaha muda yang sering berbagi ke berbagai perusahaan, instansi pemerintah dan lembaga pendidikan. Coach Roy udah membagikan ilmu di bidang penjualan (selling), komunikasi, kepemimpinan, kerjasama tim, pelayanan serta bagaimana meningkatkan motivasi tim.
Ayo rasakan perubahan di tim Anda dengan training bersama coach Roy Biantoro. Hubungi kami di 08954 1283 3285

Ingin Meningkatkan Kepercayaan Diri, Karir atau Bisnis? Yuk Ikut Seminar Public Speaking di Bandung

Mau Ebook & Webinar Gratis

ebook gratis

Silahkan Isi Form Berikut Ini Dulu :

Setelah baca artikel ini kamu pasti bisa tau ciri temen Red Flag & Green Flag. Mana yang cocok buat kamu ?

"Ketika Kamu Menyadari Ada yang Tidak Beres demgan orang di sekitarmu" Pernah nggak sih, kamu bertemu seseorang yang awalnya terlihat sangat menyenangkan, tapi setelah beberapa waktu, kamu mulai merasa ada yang aneh? Misalnya, dia selalu menuntut perhatianmu tapi...

Sekali kali kamu harus digital detox deh, biar kamu tetap bahagia. Yuk pelajari caranya

Kamu sadar nggak sih ??? Coba mikir bentar sejak bangun tidur, tanganmu udah otomatis cari ponsel? Scroll Instagram, cek WhatsApp, lalu buka email kerja. Sebelum mata benar-benar melek, kamu udah sibuk menatap layar. Sampai suatu hari, kamu duduk di meja kerja, tapi...

AWAS ! JANGAN DEKET DEKET ! Energy Vampires ini bahaya buat kamu ! Baca kalau mau mental health sehat !

Kamu pernah ngalamin ini ? ketemu seseorang yang, habis ngobrol sama dia, kamu langsung capek banget? Bahkan sebelum ngobrol, kamu udah ngerasa tegang karena tahu topiknya bakal berat, keluhan lagi, atau drama lagi. Kamu kayak mau menghindar, tapi nggak enak....

Gak masuk akal, masa pakai manifestation bisa bikin kamu sukses ? Masa sih ? Yuk bahas disini.

"Ketika Kamu Berusaha Menarik Hal Baik ke Dalam Hidupmu" Bayangin ini: Kamu lagi duduk sendirian di kafe favorit, sambil scroll media sosial. Tiba-tiba kamu nemu video tentang manifestation. Di video itu, orang bilang, “Kalau kamu benar-benar percaya dan fokus, semua...

Sebelum kamu mimpi mau sukses, menikah punya anak. Beresin dulu inner child kamu. Disini kita bahas caranya.

Kamu masih mengalami ini ? Bayangin kamu lagi duduk sendiri di kamar, tiba-tiba terlintas memori masa kecil—waktu kamu dimarahi cuma karena tumpahin segelas susu di meja makan. Rasanya kayak kamu kembali jadi anak kecil itu: takut, malu, tapi juga sedih karena nggak...

Kamu pasti punya imposter syndrome. Makanya gak bisa sukses Cek ciri cirinya dan solusinya disini. 

"Kamu Pasti Pernah Ngerasa Nggak Layak punya semua yang kamu miliki , Kan?" Kamu pernah nggak, berdiri di depan ruangan penuh orang, siap mempresentasikan proyek yang sudah kamu kerjakan berbulan-bulan, tapi tiba-tiba otakmu mulai ribut? “Ah, aku cuma beruntung aja...

Ternyata FOMO yang bikin millenial dan gen-z gak bisa kaya, Jangan sampai kamu kena juga ya !

Gak tenang rasanya kamu sedang bersantai di rumah setelah hari yang panjang. Kamu buka Instagram, scroll sebentar, lalu tiba-tiba hatimu terasa aneh. Teman-temanmu lagi hangout di kafe baru, seseorang yang kamu kenal posting foto liburan di Bali, dan ada workshop...

Stop dengerin Motivasi ! toxic positivity gak akan buat kamu jadi sukses.

Cape gak ? Kesel gak ? Kamu baru saja menghadapi hari yang berat di kantor. Proyek besar yang kamu kerjakan selama berminggu-minggu gagal total. Atasan kecewa, timmu frustasi, dan kamu merasa hancur. Saat kamu menceritakan masalah ini ke teman dekat, dia hanya...

Kamu gak mau jadi ODGJ kan ? Makanya Jangan lupa lakukan self care !

Coba ingat momen ini: kamu pulang kerja setelah hari yang sangat sibuk. Deadline bertumpuk, bos terus menekan, dan kolega memintamu membantu tugas mereka. Sampai di rumah, kamu duduk di sofa sambil memegang ponsel, tapi bukannya merasa rileks, kamu malah semakin...

Stop nonton video atau seminar motivasi kalau kamu masih ada Inferiority Complex. ! Solusinya ada disini.

Merangkul Diri Sendiri: Memahami dan Mengatasi Inferiority Complex Kamu pasti pernah berada di posisi ini: ada acara reuni sekolah, semua orang terlihat sukses—ada yang jadi CEO, ada yang sering jalan-jalan ke luar negeri, dan ada juga yang baru beli rumah mewah. Kamu...