Apakah kamu tahu berapa lama waktu yg dibutuhkan public speaker untuk mendapatkan perhatian dari Audiens?  Berikut teknik komunikasi saat presentasi menyenangkan di detik pertama.   

Faktanya audiens bisa membuat keputusan tentang kredibilitas, kepercayaan,dan kesetiaan hanya dalam waktu 30-60 detik pertama.

Sama hal nya seperti kamu yg sedang duduk diatas panggung dan memikirkan apa yg harus kamu lakukan, apakah menunggu diperkenalkan atau memulai topik apa yg akan disampaikan.

Jadi kamu harus menggunakan bahasa tubuh secara efektif sejak awal, hal itu akan membuat kamu terhubung dengan mudah dengan audiens.

Pada giliran selanjutnya, kamu harus bisa menggunakan kontak mata yg tepat, Agar audiens mengakui pembicara secara fisik.

kontak mata adalah teknik komunikasi saat presentasi yg tepat

Pernahkah kamu mendengar public speaker yg hanya fokus pada catatan mereks ketika memulai presentasi dan pidato tanpa mengucapkan kata awalan seperti “selamat malam, apa kabar atau hadirin sekalian”.

Mengapa ada orang bisa melakukan hal itu ? 

Agaknya beberapa pembicara tersebut memahami bahwa manusia yg berada didepan mereka siap menerima apapun yg akan mereka katakan.

Padahal sangat penting bagi mereka untuk memulai sapaan agar audiens tertarik dengan apa yg mereka sampaikan.

Membangun ikatan komunikasi dengan para Audiens

Apa saja yg harus kamu lakukan saat diatas panggung ?

Alih-alih memusatkan perhatian kamu ke dalam catatan, Ada baiknya kamu memusatkan diri kamu untuk membangun ikatan komunikasi kamu dengan audiens.

Membangun ikatan dengan audiens dengan cara ini akan memungkinkan mereka untuk merasa bahwa kamu berbicara kepada mereka sebagai individu.

Selain itu, mengajukan Q & A adalah cara yg efektif agar lebih public speaker bisa lebih  dekat dengan Audiens.

Jika kamu adalah tipe seseorang yg bisa menunjukan kepada mereka bahwa merekalah yg terpenting, akan memudahkan kamu membawa hubungan kepada setiap penonton 

Menjadi public speaker yg manusiawi

Jika kamu tidak melakukan kontak mata dengan mereka, mereka akan merasa bahwa kamu tidak memperdulikan mereka.dan mereka akan cenderung tidak menanggapi pesan  yg kamu sampaikan.

Satu hal lagi tentang kontak mata.Saat kamu melihat audiens, pastikan untuk membiarkan pandangan kamu tetap disana hingga ikatan itu ada.

Satu atau dua detik mungkin cukup untuk melakukan kontak tersebut. jangan lupa tersenyum saat melakukannya.

Senyuman kan membuat audiens nyaman dengan pesan yg kamu samaikan, hal itu juga bisa meningkatkan ikatan kamu dengan audiens.

Itulah beberapa hal yang harus kamu ketahui tentang  cara memulai public speaking.

Kunjungi artikel lainnya di Pelatihansoftskill.com untuk mendapatkan info menarik seputar public speaking lainnya.

Cari kelas public speaking yg memiliki mentor bersertifikat ? atau mau meningkatkan kepercayaan diri kamu ?

Hubungi Pelatihan soft skill sekarang juga !! KLIK DISINI
ATAU klik tombol hubungi kami.

Klik tombol dibawah ini untuk melakukan pesanan

Artikel by Resty Noviani

Ingin Meningkatkan Kepercayaan Diri, Karir atau Bisnis? Yuk Ikut Seminar Public Speaking di Bandung

Mau Ebook & Webinar Gratis

ebook gratis

Silahkan Isi Form Berikut Ini Dulu :

Pantes gak kritis, kamu kejebak confirmation bias kan ? Pelajari biar kamu lebih kritis.

Bayangkan ini: Kamu sedang berdiskusi dengan teman-teman kantor tentang proyek baru. Kamu yakin banget bahwa ide yang kamu ajukan adalah yang paling efektif. Lalu, ketika ada data yang menunjukkan kalau pendekatan lain mungkin lebih baik, kamu malah sibuk mencari...

2 tipe manusia waktu ngadepin masalah, flight or fight. Mana yang bagus buat mental health ?

Bayangkan ini, kamu sedang berada di ruang kerja, tenggelam dalam laporan yang harus selesai sebelum jam lima sore. Tiba-tiba, bosmu masuk dengan wajah serius dan berkata, “Ada masalah besar. Klien kita tidak puas, dan kita butuh solusi cepat!” Kamu langsung merasa...

Mau terus semangat ? Kamu harus dapetin positive reinforcement waktu kerja ! 

Ceritanya, kamu adalah seorang manajer baru di sebuah perusahaan. Ada seorang karyawan, Andi, yang kelihatannya selalu datang tepat waktu dan rajin menyelesaikan pekerjaannya. Tapi, kamu merasa ada yang kurang. Kinerjanya konsisten, tapi dia terlihat datar—seolah-olah...

Setelah kamu paham attachment styles kamu gak bakal bingung lagi kalau di ghosting sahabatmu

Kamu punya dua teman baik: Rina dan Dika. Ketika kamu tiba-tiba menghilang dari grup chat selama seminggu karena sibuk, respons mereka benar-benar berbeda. Rina langsung menelpon, bertanya apakah kamu baik-baik saja. Nada suaranya terdengar cemas, tapi dia juga...

Sabar itu bagus tapi kamu jangan sampai emotion repression. Mental health kamu bisa rusak.

Kamu baru saja keluar dari ruang rapat setelah perdebatan panas dengan atasanmu. Ada satu momen di mana kamu merasa ingin meledak, ingin mengatakan semua yang ada di pikiranmu. Tapi kamu menahannya. Sebaliknya, kamu hanya tersenyum kecil, mengangguk, lalu keluar...

Saya gak bisa tidur ternyata saya ngalamin hypervigilance, jangan jangan kamu juga ?

Hari itu, kamu sedang duduk di sebuah kafe, menikmati secangkir kopi setelah hari yang panjang di kantor. Tapi meski suasananya tenang, pikiranmu justru tidak berhenti bergerak. Setiap pintu yang terbuka membuatmu menoleh. Suara tawa dari meja sebelah terasa terlalu...

Dapatkan kebahagiaan dengan self compassion, bukan lembek tapi demi mental health.

Kamu baru saja pulang dari kantor setelah hari yang berat. Hari ini, semua yang kamu coba rasanya gagal. Presentasi yang kamu persiapkan semalaman tidak berjalan seperti rencana, dan atasanmu memberikan kritik yang menurutmu menyakitkan. Di perjalanan pulang,...

Kebenaran tentang Overthinking ! Gak bahaya asalkan kamu jangan banyak inner critic ya.

Bayangkan ini: Kamu sedang mempersiapkan presentasi penting di kantor. Kamu sudah berlatih berjam-jam, menyusun slide yang sempurna, dan memastikan semuanya rapi. Tapi saat berdiri di depan cermin, suara kecil di dalam kepalamu mulai bicara, “Kamu nggak cukup bagus....

Sabar kamu gak males kamu cuman burnout. Yuk semangat lagi artikel ini

Bayangkan ini: Kamu sudah bekerja non-stop selama tiga bulan terakhir. Setiap hari penuh dengan deadline, meeting, dan revisi yang seakan tidak ada habisnya. Akhir pekan? Ah, jangan harap bisa santai, karena ada kerjaan tambahan yang harus diselesaikan. Kamu merasa...

Bahaya yang gak keliatan ! Ternyata Cognitive dissonance yang bikin kamu stress

Kamu sedang duduk di sebuah kafe dengan seorang teman baikmu, Andi. Obrolan awalnya santai, membahas pekerjaan dan rencana liburan. Namun, suasana berubah ketika kamu membahas investasi. Kamu mengatakan, “Menurutku, investasi di reksa dana lebih aman untuk pemula.”...