Kita seringkali menemukan nama (seseorang) di sebuah nama usaha.

” Ayam Goreng Kang Bahar” atau ” Salon Boss Edi”

Biasanya pada bentuk penamaan seperti ini , nama yang digunakan adalah nama dari pemilik usaha tersebut. Format seperti ini memiliki kelebihan yaitu :

1.Unik

Nama seperti ini sangat efektif karena dapat memberikan ciri khas spesifik (Produk + Nama Orang ) , dengan format seperti ini maka merek akan mudah diingat oleh konsumennya. Tetapi pemilik usaha sering lupa untuk memberikan keunikan pada produk atau jasa yang dia berikan.

Misal ayam goreng Kang Bahar, hanya menjual ayam goreng saja. Lalu apa fungsi dari ” Kang Bahar ” tersebut. Akhirnya keunikan merek yang sudah dibangun menjadi percuma karena tidak didukung keunikan produknya.

2. Personal Branding

Nama sang pemilik akan menjadi terkenal, apalagi jika usahanya berupa self employee atau pemilik dapat berhubungan langsung dengan konsumen. Pemilik yang dapat kontak langsung dengan konsumen akan memiliki nilai jual lebih karena konsumen merasa dihargai. Apalagi jika usahanya sudah cukup besar, konsumen akan merasa lebih nyaman dalam transaksi misalnya tawar menawar jika bisa berhubungan langsung dengan “si Boss” tersebut dibandingkan dengan karyawannya.

Catatan : 

Untuk meningkatkan keunikan, maka sebaiknya sang pemilik harus memiliki penampilan yang unik, layanan yang unik dll. Mengenai hal ini akan dibahas di  bab personal branding.

Kekurangan dari format penamaan ini hanya 1 yaitu jika pemilik tersebut meninggal. Maka Soul ( jiwa ) karakteristik dari usaha tersebut akan menghilang juga.

Catatan :

Cara untuk mengatasi ini adalah memanfaatkan logo atau maskot yang menggambarkan karakteristik penampilan dan layanan pemilik. Contoh paling populer adalah Maskot Colonel Sanders pada KFC ( pernah dipakai di tahun 90an).

#30DWC #30DWCjilid16 #day4