suatu hari kamu sedang berkumpul dengan teman-teman, ngobrol santai sambil minum kopi. Tiba-tiba, seorang teman mengomentari penampilanmu dengan mengatakan, “Kamu kelihatan lelah, ya.” Kamu langsung merasa agak tersinggung dan berpikir, “Apa sih maksudnya?” Kamu mungkin merespon dengan sedikit defensif, atau bahkan mulai merasa minder.

Sebenarnya, yang terjadi di situ adalah contoh dari fenomena psikologis yang disebut projection, atau proyeksi. Terkadang, kita tidak sadar melemparkan perasaan atau pengalaman kita sendiri ke orang lain. Bisa jadi temanmu sendiri sedang merasa lelah dan tidak nyaman dengan dirinya sendiri, tapi tanpa sadar dia mengungkapkannya padamu, bukannya mengakui perasaannya sendiri.

kamu projection

Apa Itu Projection?

Projection adalah mekanisme pertahanan psikologis di mana kita secara tidak sadar mengalihkan atau “memproyeksikan” perasaan, pikiran, atau emosi kita sendiri ke orang lain. Alih-alih mengakui bahwa kita merasa tidak nyaman atau punya masalah, kita malah cenderung menganggap bahwa orang lain yang mengalami perasaan atau masalah tersebut. Misalnya, jika kita sedang merasa tidak percaya diri, kita mungkin menganggap bahwa orang lain juga tidak percaya pada kita.

Proyeksi ini kadang-kadang bisa terjadi secara halus dan tanpa disadari, tetapi efeknya sangat besar dalam komunikasi. Ini bisa membuat orang salah memahami kita atau bahkan merasa tidak nyaman, tanpa tahu kenapa.

Bahaya Melakukan Projection dalam Komunikasi

Kalau kita sering melakukan projection saat berkomunikasi, beberapa masalah bisa timbul, baik dalam hubungan pribadi maupun profesional. Berikut ini beberapa bahayanya:

  1. Menyebabkan Konflik
    Ketika kita memproyeksikan perasaan negatif ke orang lain, mereka bisa merasa diserang atau dipersalahkan. Ini bisa mengarah pada konflik yang sebenarnya bisa dihindari kalau kita lebih jujur pada diri sendiri.
  2. Membuat Orang Lain Merasa Tidak Nyaman
    Bayangkan jika kamu tanpa sadar terus-menerus mengatakan pada teman-temanmu bahwa mereka terlihat cemas, padahal itu adalah kecemasan yang kamu rasakan. Ini bisa membuat mereka bingung dan merasa bahwa mereka sedang “diadili.”
  3. Menghambat Pertumbuhan Diri
    Projection bisa menjadi penghalang bagi kita untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah pribadi. Dengan menolak untuk mengakui perasaan kita sendiri, kita kehilangan kesempatan untuk belajar dan tumbuh.
cara projection

Bagaimana Mencegah Projection saat Berkomunikasi?

Untuk mengurangi kecenderungan melakukan projection, pertama-tama kamu perlu belajar mengenali perasaan dan pemikiranmu sendiri. Berikut beberapa cara yang bisa membantu:

  1. Sadari dan Refleksi Diri
    Ketika kamu merasa ingin mengomentari sesuatu pada orang lain, coba berhenti sejenak dan tanyakan pada dirimu sendiri, “Apakah ini tentang mereka, atau sebenarnya tentang perasaanku sendiri?” Cobalah untuk jujur dalam menilai apakah perasaan itu berasal dari situasi mereka atau situasi kamu.
  2. Praktikkan Empati
    Ketika berbicara dengan orang lain, coba pahami perspektif mereka tanpa langsung menyamakan dengan pengalaman atau perasaanmu sendiri. Ini bisa membantumu melihat permasalahan mereka tanpa mencampurkan emosi pribadimu.
  3. Kelola Emosi dengan Sehat
    Kalau kamu merasa stres atau cemas, coba cari cara yang sehat untuk mengekspresikannya, seperti menulis jurnal, meditasi, atau berbicara dengan teman yang bisa dipercaya. Dengan cara ini, kamu punya ruang untuk merasakan perasaanmu sendiri tanpa mengarahkannya ke orang lain.
  4. Terima Kekuranganmu
    Kadang projection terjadi karena kita nggak mau mengakui kelemahan atau kekurangan kita sendiri. Dengan menerima bahwa kita punya sisi lemah dan kurang, kita akan lebih nyaman dengan diri sendiri dan cenderung tidak menyalahkan orang lain.

Manfaat Projection dalam Komunikasi

Walaupun projection sering kali dianggap negatif, ada juga sisi positifnya jika digunakan dengan kesadaran. Misalnya:

  1. Mengenali Perasaan yang Tersembunyi
    Projection bisa menjadi alat untuk mengenali emosi yang mungkin kita abaikan. Jika kita terus-menerus menganggap orang lain merasa cemas, mungkin itu adalah tanda bahwa kita perlu memperhatikan kecemasan kita sendiri.
  2. Membantu Mengenal Diri Sendiri Lebih Baik
    Proyeksi bisa menjadi pintu masuk untuk mengerti apa yang sedang terjadi dalam diri kita. Kalau kita sadar, kita bisa mulai memahami apa yang membuat kita khawatir atau merasa tidak nyaman. Ini adalah langkah awal menuju pengembangan diri.

Contoh untuk Memahami dan Mengatasi Projection

Misalnya, kamu punya rekan kerja yang selalu membuatmu merasa cemas karena dia suka mengkritik pekerjaan orang lain. Kamu pun jadi selalu curiga bahwa dia tidak menyukai hasil kerjamu. Daripada langsung menyimpulkan bahwa dia tidak suka padamu, coba pikirkan apakah kecemasan itu mungkin berasal dari rasa tidak percaya diri dalam dirimu sendiri.

Kamu bisa mencoba berbicara dengannya dengan terbuka. Katakan, “Saya merasa agak cemas tentang hasil kerja saya. Ada masukan atau saran untuk perbaikan?” Dengan begitu, kamu membuka kesempatan untuk mendapat umpan balik yang jujur, bukan hanya asumsi yang kamu buat sendiri.

Atau saat kamu merasa seseorang di kelompok temanmu “tidak suka” padamu, coba tanyakan pada diri sendiri: apakah itu karena kamu memang merasa kurang percaya diri dalam pertemanan? Dengan menanyakan hal-hal ini, kamu akan bisa membedakan mana perasaan yang memang nyata dan mana yang mungkin hanya proyeksi.

Kesimpulan

Projection adalah bagian alami dari interaksi manusia. Semua orang pernah melakukannya tanpa sadar. Tetapi, dengan sedikit kesadaran dan refleksi, kita bisa mengurangi dampaknya dalam komunikasi sehari-hari. Ketika kita mulai mengenali emosi kita sendiri dan tidak terburu-buru menilai orang lain, komunikasi pun jadi lebih jujur dan efektif.

Ingat, komunikasi yang baik dimulai dari kejujuran pada diri sendiri. Dengan tidak membebani orang lain dengan perasaan kita yang tidak kita pahami, kita memberi kesempatan pada hubungan yang lebih sehat dan pemahaman yang lebih dalam. Jadi, cobalah untuk jujur pada diri sendiri, dan kamu akan merasakan perubahan besar dalam cara kamu berkomunikasi dan berhubungan dengan orang lain.

Seorang pengusaha muda yang sering berbagi ke berbagai perusahaan, instansi pemerintah dan lembaga pendidikan. Coach Roy udah membagikan ilmu di bidang penjualan (selling), komunikasi, kepemimpinan, kerjasama tim, pelayanan serta bagaimana meningkatkan motivasi tim.
Ayo rasakan perubahan di tim Anda dengan training bersama coach Roy Biantoro. Hubungi kami di 08954 1283 3285

Ingin Meningkatkan Kepercayaan Diri, Karir atau Bisnis? Yuk Ikut Seminar Public Speaking di Bandung

Mau Ebook & Webinar Gratis

ebook gratis

Silahkan Isi Form Berikut Ini Dulu :

Setelah baca artikel ini kamu pasti bisa tau ciri temen Red Flag & Green Flag. Mana yang cocok buat kamu ?

"Ketika Kamu Menyadari Ada yang Tidak Beres demgan orang di sekitarmu" Pernah nggak sih, kamu bertemu seseorang yang awalnya terlihat sangat menyenangkan, tapi setelah beberapa waktu, kamu mulai merasa ada yang aneh? Misalnya, dia selalu menuntut perhatianmu tapi...

Sekali kali kamu harus digital detox deh, biar kamu tetap bahagia. Yuk pelajari caranya

Kamu sadar nggak sih ??? Coba mikir bentar sejak bangun tidur, tanganmu udah otomatis cari ponsel? Scroll Instagram, cek WhatsApp, lalu buka email kerja. Sebelum mata benar-benar melek, kamu udah sibuk menatap layar. Sampai suatu hari, kamu duduk di meja kerja, tapi...

AWAS ! JANGAN DEKET DEKET ! Energy Vampires ini bahaya buat kamu ! Baca kalau mau mental health sehat !

Kamu pernah ngalamin ini ? ketemu seseorang yang, habis ngobrol sama dia, kamu langsung capek banget? Bahkan sebelum ngobrol, kamu udah ngerasa tegang karena tahu topiknya bakal berat, keluhan lagi, atau drama lagi. Kamu kayak mau menghindar, tapi nggak enak....

Gak masuk akal, masa pakai manifestation bisa bikin kamu sukses ? Masa sih ? Yuk bahas disini.

"Ketika Kamu Berusaha Menarik Hal Baik ke Dalam Hidupmu" Bayangin ini: Kamu lagi duduk sendirian di kafe favorit, sambil scroll media sosial. Tiba-tiba kamu nemu video tentang manifestation. Di video itu, orang bilang, “Kalau kamu benar-benar percaya dan fokus, semua...

Sebelum kamu mimpi mau sukses, menikah punya anak. Beresin dulu inner child kamu. Disini kita bahas caranya.

Kamu masih mengalami ini ? Bayangin kamu lagi duduk sendiri di kamar, tiba-tiba terlintas memori masa kecil—waktu kamu dimarahi cuma karena tumpahin segelas susu di meja makan. Rasanya kayak kamu kembali jadi anak kecil itu: takut, malu, tapi juga sedih karena nggak...

Kamu pasti punya imposter syndrome. Makanya gak bisa sukses Cek ciri cirinya dan solusinya disini. 

"Kamu Pasti Pernah Ngerasa Nggak Layak punya semua yang kamu miliki , Kan?" Kamu pernah nggak, berdiri di depan ruangan penuh orang, siap mempresentasikan proyek yang sudah kamu kerjakan berbulan-bulan, tapi tiba-tiba otakmu mulai ribut? “Ah, aku cuma beruntung aja...

Kamu harus tau ini ! JOMO Rahasia Hidup happy gak usah ngikutin trend.

Kamu pernah nggak, ngerasa bahagia banget waktu nggak ikutan acara yang ramai dibahas teman-teman? Misalnya, ada pesta besar yang semua orang kayaknya wajib hadir, tapi kamu malah memilih malam santai di rumah, nonton serial favorit, atau baca buku yang udah lama kamu...

Ternyata FOMO yang bikin millenial dan gen-z gak bisa kaya, Jangan sampai kamu kena juga ya !

Gak tenang rasanya kamu sedang bersantai di rumah setelah hari yang panjang. Kamu buka Instagram, scroll sebentar, lalu tiba-tiba hatimu terasa aneh. Teman-temanmu lagi hangout di kafe baru, seseorang yang kamu kenal posting foto liburan di Bali, dan ada workshop...

Stop dengerin Motivasi ! toxic positivity gak akan buat kamu jadi sukses.

Cape gak ? Kesel gak ? Kamu baru saja menghadapi hari yang berat di kantor. Proyek besar yang kamu kerjakan selama berminggu-minggu gagal total. Atasan kecewa, timmu frustasi, dan kamu merasa hancur. Saat kamu menceritakan masalah ini ke teman dekat, dia hanya...

Kamu gak mau jadi ODGJ kan ? Makanya Jangan lupa lakukan self care !

Coba ingat momen ini: kamu pulang kerja setelah hari yang sangat sibuk. Deadline bertumpuk, bos terus menekan, dan kolega memintamu membantu tugas mereka. Sampai di rumah, kamu duduk di sofa sambil memegang ponsel, tapi bukannya merasa rileks, kamu malah semakin...