Cara mengurangi takut itu cukup mudah, jika kamu bisa mengendalikan rasa takut yg ada didalam diri kamu.

Sudah menjadi rahasia umum bahwa rasa takut saat public speaking terkadang bisa melemahkan dan selalu mengecilkan hati kita.

Mengapa kita harus khawatir dan bahkan menghindari situasi di mana kita dapat berbagi pengetahuan dan hasrat kita dengan orang lain?

Hal ini bisa menjadi sangat meresahkan atau bahkan lebih buruk lagi, karena bisa menimbulkan demam ekstrim dan respon yg tidak tepat.

Hal itu dapat menimbulkan perubahan psikologis dan fisik yang ekstrim yang menyertai respon freeze-fight-or-flight.

Jika hal itu dibiarkan saja, hal itu akan sedikit berbahaya untuk presentasi yg kamu lakukan saat berpidato.

Dan karena masalah itu juga kamu akan mendapatkan respon yg berlebihan bahkan tidak pantas saat public speaking.

Jadi bagaimana cara mengurangi takut dan menurunkan kecemasan kamu ?

Apapun alasannya, Biasanya kita selalu memperbesar rasa takut kita jauh lebih besar dari apa yg sebenarnya akan terjadi.

Dalam pidato yang saya berikan tentang mengatasi rasa takut berbicara di depan umum, pada saat  itu saya menggunakan slide yang memvisualisasikan hal ini dengan sempurna.

Ini adalah gambar mikroskop elektron dari seekor serangga, dan itu terlihat seperti sesuatu yg besar seperti salah satu dari film Giant Bug tahun 1950-an.

“Ini adalah ketakutanmu” kataku sambil klik slide pada power point.Terlihat besar dan mengerikan bukan ?

“Tetapi kamu tau apa ini?”, ini adalah jangkrik di halaman belakang yg panjangnya sekitar seperempat inci saja.Dan slide berikutnya adalah foto yang menunjukkan serangga dalam dimensi aslinya.

Saya mengakhiri pembukaan saya dengan: “Hari ini, kita akan melihat bagaimana kamu dapat mengurangi ketakutan berbicara di depan umum dengan cara yang sama.”

Dan kemudian saya berbicara tentang cara praktis dan langsung memberi tahu bagaimana mengatasi rasa takut kamu dalam berbicara di depan umum.

Saatnya kamu menikmati hidup kamu lagi

Demam panggung, serangan panik, dan perilaku menghindar yang menyertai rasa takut saat public speaking membuat hidup banyak orang sengsara.

Hal lebih buruk lagi jika kamu terlalu fokus dengan rasa takut kamu maka, kamu akan melewatkan peluang dan promosi profesional yg terlewatkan.

Kamu akan merasa seolah-olah mereka terbungkus dalam cangkang keras, dan tidak bisa menjadi diri kamu sendiri.

Maka dari itu, cobalah mengontrol rasa takut kamu agar bisa menikmati hidup kamu lebih tenang lagi.

Masih gugup atau takut saat berbicara depan umum ? atau berniat menjadi pembicara untuk acara seminar dan pidato ? atau ingin jadi pembicara yg baik untuk konten pribadi kamu ?

Hubungi Pelatihan soft skill sekarang juga !! KLIK DISINI 

ATAU klik tombol hubungi kami.

Disini kamu akan diberikan materi dan bimbingan cara menjadi pembicara yg benar, meningkatkan rasa percaya diri, dan melatih mental kamu agar berani berbicara didepan umum.

Yuk tunggu apalagi !! hubungi pelatihan softskill sekarang juga.

Artikel by Resty Noviani

Ingin Meningkatkan Kepercayaan Diri, Karir atau Bisnis? Yuk Ikut Seminar Public Speaking di Bandung

Mau Ebook & Webinar Gratis

ebook gratis

Silahkan Isi Form Berikut Ini Dulu :

Pantes gak kritis, kamu kejebak confirmation bias kan ? Pelajari biar kamu lebih kritis.

Bayangkan ini: Kamu sedang berdiskusi dengan teman-teman kantor tentang proyek baru. Kamu yakin banget bahwa ide yang kamu ajukan adalah yang paling efektif. Lalu, ketika ada data yang menunjukkan kalau pendekatan lain mungkin lebih baik, kamu malah sibuk mencari...

2 tipe manusia waktu ngadepin masalah, flight or fight. Mana yang bagus buat mental health ?

Bayangkan ini, kamu sedang berada di ruang kerja, tenggelam dalam laporan yang harus selesai sebelum jam lima sore. Tiba-tiba, bosmu masuk dengan wajah serius dan berkata, “Ada masalah besar. Klien kita tidak puas, dan kita butuh solusi cepat!” Kamu langsung merasa...

Mau terus semangat ? Kamu harus dapetin positive reinforcement waktu kerja ! 

Ceritanya, kamu adalah seorang manajer baru di sebuah perusahaan. Ada seorang karyawan, Andi, yang kelihatannya selalu datang tepat waktu dan rajin menyelesaikan pekerjaannya. Tapi, kamu merasa ada yang kurang. Kinerjanya konsisten, tapi dia terlihat datar—seolah-olah...

Setelah kamu paham attachment styles kamu gak bakal bingung lagi kalau di ghosting sahabatmu

Kamu punya dua teman baik: Rina dan Dika. Ketika kamu tiba-tiba menghilang dari grup chat selama seminggu karena sibuk, respons mereka benar-benar berbeda. Rina langsung menelpon, bertanya apakah kamu baik-baik saja. Nada suaranya terdengar cemas, tapi dia juga...

Sabar itu bagus tapi kamu jangan sampai emotion repression. Mental health kamu bisa rusak.

Kamu baru saja keluar dari ruang rapat setelah perdebatan panas dengan atasanmu. Ada satu momen di mana kamu merasa ingin meledak, ingin mengatakan semua yang ada di pikiranmu. Tapi kamu menahannya. Sebaliknya, kamu hanya tersenyum kecil, mengangguk, lalu keluar...

Saya gak bisa tidur ternyata saya ngalamin hypervigilance, jangan jangan kamu juga ?

Hari itu, kamu sedang duduk di sebuah kafe, menikmati secangkir kopi setelah hari yang panjang di kantor. Tapi meski suasananya tenang, pikiranmu justru tidak berhenti bergerak. Setiap pintu yang terbuka membuatmu menoleh. Suara tawa dari meja sebelah terasa terlalu...

Dapatkan kebahagiaan dengan self compassion, bukan lembek tapi demi mental health.

Kamu baru saja pulang dari kantor setelah hari yang berat. Hari ini, semua yang kamu coba rasanya gagal. Presentasi yang kamu persiapkan semalaman tidak berjalan seperti rencana, dan atasanmu memberikan kritik yang menurutmu menyakitkan. Di perjalanan pulang,...

Kebenaran tentang Overthinking ! Gak bahaya asalkan kamu jangan banyak inner critic ya.

Bayangkan ini: Kamu sedang mempersiapkan presentasi penting di kantor. Kamu sudah berlatih berjam-jam, menyusun slide yang sempurna, dan memastikan semuanya rapi. Tapi saat berdiri di depan cermin, suara kecil di dalam kepalamu mulai bicara, “Kamu nggak cukup bagus....

Sabar kamu gak males kamu cuman burnout. Yuk semangat lagi artikel ini

Bayangkan ini: Kamu sudah bekerja non-stop selama tiga bulan terakhir. Setiap hari penuh dengan deadline, meeting, dan revisi yang seakan tidak ada habisnya. Akhir pekan? Ah, jangan harap bisa santai, karena ada kerjaan tambahan yang harus diselesaikan. Kamu merasa...

Bahaya yang gak keliatan ! Ternyata Cognitive dissonance yang bikin kamu stress

Kamu sedang duduk di sebuah kafe dengan seorang teman baikmu, Andi. Obrolan awalnya santai, membahas pekerjaan dan rencana liburan. Namun, suasana berubah ketika kamu membahas investasi. Kamu mengatakan, “Menurutku, investasi di reksa dana lebih aman untuk pemula.”...