Dalam praktik ”cara mencegah rasa panik ketika public speaking” kami Pelatihansoftskill.com bekerja sama dengan para profesional yg bisa mengatasi rasa takut saat public speaking.

Meskipun seluruh orang yg ada di dunia mengalami glossophobia atau demam panggung, sebenarnya yg lebih bahaya  itu adalah timbulnya rasa panik.

Panik akan membuat seseorang terlihat lebih aktif dan merasa cemas selama presentasi dan memiliki keingin untuk lari dari situasi tersebut.

Penyebab timbulnya rasa panik biasanya karena otak kita yg selalu berfikiran negatif seperti, mendapat hinaan saat berpidato.

kecemasan berbicara di depan umum ini dapat membuat pembicara berpikiran ekstrimdan mendapatkan konsekuensi yg cukup parah.

Maka dari itu disini kami akan bagikan beberapa cara mencegah rasa panik ketika public speaking.

Cara mencegah rasa panik ketika public speaking yg pertama adalah berhenti berpikiran bahwa kita sedang dikepung.

Serangan panik seringkali muncul secara tiba-tiba. hal ini biasanya dipicu oleh adanya pemikiran negatif yg muncul didalam pikiran kamu.

Namun, menurut penelitian bahwa bukan hanya itu masalahnya, biasanya pikiran negatif itu muncul 1 jam sebelum rasa panik itu menyerang.

Untuk mencegahnya, ada baiknya kamu memperhatikan beberapa tanda halus yg dapat mengantisipasinya timbulnya rasa panik secara mendadak.

Sebuah studi di Biological Psychiatry memulai hipotesis yang diterima secara luas tentang onset spontan yg tidak dapat diamati.

Artinya, tidak ada “isyarat atau pemicu” yang jelas untuk serangan panik, dan “gairah fisiologis atau ketidakstabilan yg harusnya terjadi di awal, atau selama serangan.”

Melalui penggunaan pemantauan 24 jam pada pasien gangguan panik, tim peneliti menemukan bahwa sebenarnya ada perubahan terukur yang terjadi pada pernapasan, detak jantung, dan tingkat konduktansi kulit saat panik itu muncul.

Cara memantau dan mengontrol rasa panik kamu

Fakta bahwa perubahan fisiologis yang terkait dengan serangan panik dapat diukur, merupakan temuan penting dalam penelitian ini.

Dengan adanya  tingkat konduktansi kulit, perubahan fisik seperti saat seseorang merasa panik.

Seharusnya pelatih wicara tidak terkejut saat membantu orang mengatasi kecemasan saat berbicara karena pelatih tahu. tentang peningkatan denyut jantung dan pernapasan dangkal yang cepat.

Untuk mendapatkan ketenangan saat panik, ada baiknya kamu diam sejenak dan fokus terhadap apa yg akan kamu sampaikan.

Tetapi bagaimana dengan cara menghindari serangan panik yg cukup parah,sehingga kamu benar-benar harus turun dari panggung?

Mengingat penelitian yang disebutkan di sini, yang menawarkan peringatan hampir satu jam tentang apa yang akan terjadi, masuk akal untuk mengembangkan kepekaan yang lebih akut terhadap pernapasan dan detak jantung kamu.

Untuk memulainya, Ukur laju pernapasan normal kamu,lakukan itu beberapa kali hingga kamu menyelesaikan siklus inhalasi kamu, kemudian atur nafas selama 1 menit.

Ada banyak alasan yang menguntungkan dan menyenangkan untuk meningkatkan denyut nadi dan pernapasan kamu.

Jika perubahan fisiologis ini terjadi karena kamu memiliki presentasi yang akan datang, Kamu bisa memantau diri kamu untuk bisa menempatkan diri pada posisi yang lebih kuat dan mengelolanya secara efektif.

Semoga artikel yang kami bagikan cukup bermanfaat buat kamu yg sedang mempelajari , ingin tahu atau menimba ilmu di dunia public speaking.

Ketika kamu gugup berbicara didepan umum dan rasa percaya diri kamu kurang. ayo bergabung dengan kelas kami sekarang juga untuk meningkatkan rasa percaya diri kamu dan menjadi pembicara yg baik.

Kamu akan mendapat mentor profesional yg bisa meningkatkan rasa percaya diri kamu saat berbicara didepan umum.

Hubungi Pelatihan soft skill sekarang juga !! KLIK DISINI 

ATAU klik tombol hubungi kami.

Yuk tunggu apalagi gabung kelas public speaking kami sekarang juga !!

Artikel by Resty Noviani

Ingin Meningkatkan Kepercayaan Diri, Karir atau Bisnis? Yuk Ikut Seminar Public Speaking di Bandung

Mau Ebook & Webinar Gratis

ebook gratis

Silahkan Isi Form Berikut Ini Dulu :

Pantes gak kritis, kamu kejebak confirmation bias kan ? Pelajari biar kamu lebih kritis.

Bayangkan ini: Kamu sedang berdiskusi dengan teman-teman kantor tentang proyek baru. Kamu yakin banget bahwa ide yang kamu ajukan adalah yang paling efektif. Lalu, ketika ada data yang menunjukkan kalau pendekatan lain mungkin lebih baik, kamu malah sibuk mencari...

2 tipe manusia waktu ngadepin masalah, flight or fight. Mana yang bagus buat mental health ?

Bayangkan ini, kamu sedang berada di ruang kerja, tenggelam dalam laporan yang harus selesai sebelum jam lima sore. Tiba-tiba, bosmu masuk dengan wajah serius dan berkata, “Ada masalah besar. Klien kita tidak puas, dan kita butuh solusi cepat!” Kamu langsung merasa...

Mau terus semangat ? Kamu harus dapetin positive reinforcement waktu kerja ! 

Ceritanya, kamu adalah seorang manajer baru di sebuah perusahaan. Ada seorang karyawan, Andi, yang kelihatannya selalu datang tepat waktu dan rajin menyelesaikan pekerjaannya. Tapi, kamu merasa ada yang kurang. Kinerjanya konsisten, tapi dia terlihat datar—seolah-olah...

Setelah kamu paham attachment styles kamu gak bakal bingung lagi kalau di ghosting sahabatmu

Kamu punya dua teman baik: Rina dan Dika. Ketika kamu tiba-tiba menghilang dari grup chat selama seminggu karena sibuk, respons mereka benar-benar berbeda. Rina langsung menelpon, bertanya apakah kamu baik-baik saja. Nada suaranya terdengar cemas, tapi dia juga...

Sabar itu bagus tapi kamu jangan sampai emotion repression. Mental health kamu bisa rusak.

Kamu baru saja keluar dari ruang rapat setelah perdebatan panas dengan atasanmu. Ada satu momen di mana kamu merasa ingin meledak, ingin mengatakan semua yang ada di pikiranmu. Tapi kamu menahannya. Sebaliknya, kamu hanya tersenyum kecil, mengangguk, lalu keluar...

Saya gak bisa tidur ternyata saya ngalamin hypervigilance, jangan jangan kamu juga ?

Hari itu, kamu sedang duduk di sebuah kafe, menikmati secangkir kopi setelah hari yang panjang di kantor. Tapi meski suasananya tenang, pikiranmu justru tidak berhenti bergerak. Setiap pintu yang terbuka membuatmu menoleh. Suara tawa dari meja sebelah terasa terlalu...

Dapatkan kebahagiaan dengan self compassion, bukan lembek tapi demi mental health.

Kamu baru saja pulang dari kantor setelah hari yang berat. Hari ini, semua yang kamu coba rasanya gagal. Presentasi yang kamu persiapkan semalaman tidak berjalan seperti rencana, dan atasanmu memberikan kritik yang menurutmu menyakitkan. Di perjalanan pulang,...

Kebenaran tentang Overthinking ! Gak bahaya asalkan kamu jangan banyak inner critic ya.

Bayangkan ini: Kamu sedang mempersiapkan presentasi penting di kantor. Kamu sudah berlatih berjam-jam, menyusun slide yang sempurna, dan memastikan semuanya rapi. Tapi saat berdiri di depan cermin, suara kecil di dalam kepalamu mulai bicara, “Kamu nggak cukup bagus....

Sabar kamu gak males kamu cuman burnout. Yuk semangat lagi artikel ini

Bayangkan ini: Kamu sudah bekerja non-stop selama tiga bulan terakhir. Setiap hari penuh dengan deadline, meeting, dan revisi yang seakan tidak ada habisnya. Akhir pekan? Ah, jangan harap bisa santai, karena ada kerjaan tambahan yang harus diselesaikan. Kamu merasa...

Bahaya yang gak keliatan ! Ternyata Cognitive dissonance yang bikin kamu stress

Kamu sedang duduk di sebuah kafe dengan seorang teman baikmu, Andi. Obrolan awalnya santai, membahas pekerjaan dan rencana liburan. Namun, suasana berubah ketika kamu membahas investasi. Kamu mengatakan, “Menurutku, investasi di reksa dana lebih aman untuk pemula.”...