Jadi bagaimana cara menarik perhatian audiens ketika kamu melakukan public speaking atau pidato ?

Agar audiens tergerak dan fokus pada apa yg kamu sampaikan, tentunya mereka harus paham mengapa topik kamu sangat penting untuk mengubah kehidupan mereka.

Sebelum kamu memberikan topik yg akan kamu sampaikan kepada mereka, kamu harus mengetahui tujuan sejati kamu melakukan hal ini untuk apa.

Karena tujuan berpidato selalu berkaitan dengan keuntungan yg akan didapat oleh para audiens.

Bagaimana cara menarik perhatian audiens yg benar adalah, dengan mengetahui siapa yg akan kamu ajak bicara.

Baru-baru ini saya bekerja dengan seorang klien yg memiliki masalah yg sama dengan apa yg akan kita bahas.

Pemimpin sumber daya manusia ini memiliki kisah yg menarik untuk diceritakan yg menyangkut situasi hidup dan matinya seseorang.

Sebenarnya hal ini dimaksudkan untuk mengarahkan dan memberikan pelajaran penting bagi para audiens.Namun, baru saja setengah dari cerita tersebut diceritakan,audiens terlihat tidak tertarik dengan cerita yg disampaikan.

Bagaimana bisa ?

Menurut saya, hal itu terjadi karena klien saya tidak jelas menyampaikan tujuan dari pembicaraanya.  

DIa sebenarnya mengetahui makna dari cerita itu, namun dia tidak memberi tahu hubungan cerita tersebut dengan para audiens.

Pada saat itu, saya bertanya, mengapa ia memberikan pidato seperti ini? Apa yang akan dicapai dalam pikiran dan hati pendengar? dan apa yang ingin dicapai?

Hal penting yg harus kita perhatikan sebenarnya bagaimana cara mereka berpikir, merasakan dan bertindak.

Berikan audiens kamu arah kemana kamu akan membawanya, dan biarkan mereka meresap topik yg kamu sampaikan pada saat itu.

Apakah kamu benar-benar sudah menjangkau mereka ?

Mungkin kamu pernah berfikiran tentang topik yg akan kamu sampaikan ini cukup menarik secara universal atau mungkin topik ini bisa sangat menguntungkan untuk para audiens.

Namun dalam kedua kasus tersebut, hal itu tidak akan didengar jika kamu tidak memberi petunjuk tentang apa yg akan kamu bahas kepada audiens.

Sebenarnya semua hal itu adalah masukan agar kamu bisa menyampaikan maksud tujuan kamu.

JIka kamu tidak terlalu memperhatikan tujuan kamu saat berbicara dengan audiens, maka materi yg kamu sampaikan itu akan percuma.

Dalam situasi seperti ini, keluar dari narasi adalah pilihan yg tepat agar kamu bisa menjangkau audiens bukan hanya terpaku pada topik yg ingin kamu sampaikan.

Semoga artikel yang kami bagikan cukup bermanfaat buat kamu yg sedang mempelajari , ingin tahu atau menimba ilmu di dunia public speaking.

Ketika kamu gugup berbicara didepan umum dan rasa percaya diri kamu kurang. ayo bergabung dengan kelas kami sekarang juga untuk meningkatkan rasa percaya diri kamu dan menjadi pembicara yg baik.

Kamu akan mendapat mentor profesional yg bisa meningkatkan rasa percaya diri kamu saat berbicara didepan umum.

Hubungi Pelatihan soft skill sekarang juga !! KLIK DISINI 

ATAU klik tombol hubungi kami.

Yuk tunggu apalagi gabung kelas public speaking kami sekarang juga !!

Artikel by Resty Noviani

Ingin Meningkatkan Kepercayaan Diri, Karir atau Bisnis? Yuk Ikut Seminar Public Speaking di Bandung

Mau Ebook & Webinar Gratis

ebook gratis

Silahkan Isi Form Berikut Ini Dulu :

Pantes gak kritis, kamu kejebak confirmation bias kan ? Pelajari biar kamu lebih kritis.

Bayangkan ini: Kamu sedang berdiskusi dengan teman-teman kantor tentang proyek baru. Kamu yakin banget bahwa ide yang kamu ajukan adalah yang paling efektif. Lalu, ketika ada data yang menunjukkan kalau pendekatan lain mungkin lebih baik, kamu malah sibuk mencari...

2 tipe manusia waktu ngadepin masalah, flight or fight. Mana yang bagus buat mental health ?

Bayangkan ini, kamu sedang berada di ruang kerja, tenggelam dalam laporan yang harus selesai sebelum jam lima sore. Tiba-tiba, bosmu masuk dengan wajah serius dan berkata, “Ada masalah besar. Klien kita tidak puas, dan kita butuh solusi cepat!” Kamu langsung merasa...

Mau terus semangat ? Kamu harus dapetin positive reinforcement waktu kerja ! 

Ceritanya, kamu adalah seorang manajer baru di sebuah perusahaan. Ada seorang karyawan, Andi, yang kelihatannya selalu datang tepat waktu dan rajin menyelesaikan pekerjaannya. Tapi, kamu merasa ada yang kurang. Kinerjanya konsisten, tapi dia terlihat datar—seolah-olah...

Setelah kamu paham attachment styles kamu gak bakal bingung lagi kalau di ghosting sahabatmu

Kamu punya dua teman baik: Rina dan Dika. Ketika kamu tiba-tiba menghilang dari grup chat selama seminggu karena sibuk, respons mereka benar-benar berbeda. Rina langsung menelpon, bertanya apakah kamu baik-baik saja. Nada suaranya terdengar cemas, tapi dia juga...

Sabar itu bagus tapi kamu jangan sampai emotion repression. Mental health kamu bisa rusak.

Kamu baru saja keluar dari ruang rapat setelah perdebatan panas dengan atasanmu. Ada satu momen di mana kamu merasa ingin meledak, ingin mengatakan semua yang ada di pikiranmu. Tapi kamu menahannya. Sebaliknya, kamu hanya tersenyum kecil, mengangguk, lalu keluar...

Saya gak bisa tidur ternyata saya ngalamin hypervigilance, jangan jangan kamu juga ?

Hari itu, kamu sedang duduk di sebuah kafe, menikmati secangkir kopi setelah hari yang panjang di kantor. Tapi meski suasananya tenang, pikiranmu justru tidak berhenti bergerak. Setiap pintu yang terbuka membuatmu menoleh. Suara tawa dari meja sebelah terasa terlalu...

Dapatkan kebahagiaan dengan self compassion, bukan lembek tapi demi mental health.

Kamu baru saja pulang dari kantor setelah hari yang berat. Hari ini, semua yang kamu coba rasanya gagal. Presentasi yang kamu persiapkan semalaman tidak berjalan seperti rencana, dan atasanmu memberikan kritik yang menurutmu menyakitkan. Di perjalanan pulang,...

Kebenaran tentang Overthinking ! Gak bahaya asalkan kamu jangan banyak inner critic ya.

Bayangkan ini: Kamu sedang mempersiapkan presentasi penting di kantor. Kamu sudah berlatih berjam-jam, menyusun slide yang sempurna, dan memastikan semuanya rapi. Tapi saat berdiri di depan cermin, suara kecil di dalam kepalamu mulai bicara, “Kamu nggak cukup bagus....

Sabar kamu gak males kamu cuman burnout. Yuk semangat lagi artikel ini

Bayangkan ini: Kamu sudah bekerja non-stop selama tiga bulan terakhir. Setiap hari penuh dengan deadline, meeting, dan revisi yang seakan tidak ada habisnya. Akhir pekan? Ah, jangan harap bisa santai, karena ada kerjaan tambahan yang harus diselesaikan. Kamu merasa...

Bahaya yang gak keliatan ! Ternyata Cognitive dissonance yang bikin kamu stress

Kamu sedang duduk di sebuah kafe dengan seorang teman baikmu, Andi. Obrolan awalnya santai, membahas pekerjaan dan rencana liburan. Namun, suasana berubah ketika kamu membahas investasi. Kamu mengatakan, “Menurutku, investasi di reksa dana lebih aman untuk pemula.”...