Tahukah kamu selain menyampaikan topik dan materi, ada hal lain yg harus kamu perhatikan yaitu bagaimana cara memahami audiens agar mereka terkesan dengan apa yg kamu sampaikan.

Memahami dan memberikan kesan kepada audiens adalah dua hal yg terbilang cukup penting.

Bahkan dari sudut manapun, kedua hal itu adalah sesuatu yg tidak boleh kamu lewatkan saat melakukan public speaking ataupun pidato.

Banyak dari kita yg melakukan kesalahan karena terlalu berfokus pada ide dan topik yg kita sukai. padahal mempertimbangkan apa yg bisa memberi kesan terhadap audiens adalah hal yg sangat penting dalam public speaking.

Sukses berkomunikasi adalah cara memahami Audiens yg pertama

Ketika kamu sedang dalam negosiasi atau menyampaikan pidato yg persuasif, atau hanya ingin ide kamu didengar, ketahuilah bahwa rahasia dalam komunikasi yg sukses bukanlah mengekspresikan diri kamu melainkan dipahami.

Bukankah itu hal yg sama ?

Tentu saja tidak. Saat berkomunikasi dengan Audiens, sangat penting untuk kamu mengatur setiap hal yg ingin kamu katakan dengan tepat.

Hanya fokus pada diri mereka sendiri dan melupakan Audiens adalah hal yg sering dilakukan kebanyakan public speaker.

Kamu harus mempertimbangkan alasan kamu menjadi public speaker adalah untuk menjangkau dan menggerakan para audiens.

Jika kamu terlalu fokus dengan diri kamu sendiri maka, hal itu tentunya akan merusak semua kesuksesan kamu.

Cara mudah agar bisa memberi kesan adalah, kamu cukup mengalihkan fokus pada mereka dan ketika kamu melihat sudut pandang  audiens tentang topik kamu, kamu cukup memotivasi mereka.

Masuk ke dunia mereka adalah cara halus untuk membujuk mereka masuk ke dalam topik kamu.

Jika tugas kamu adalah menunjukan kepada orang lain bagaimana kamu mengalami topik tersebut sehingga kamu memahami mereka, Bukankah cukup masuk akal jika kamu bertanya pada diri kamu sendiri bagaimana mereka memandang kamu ?

Tanyakan pada diri kamu sendiri, apa yg benar-benar bisa menarik minat mereka dan bagaimana kamu bisa memanfaatkannya ? Jika tidak bagaimana cara kamu menjembatani kesenjangan tersebut ?

Kamu harus selalu memikirkan bagaimana ide-ide kamu akan diterima,dari tahap perencanaan pidato, hingga penampilan kamu.

Lakukanlah riset sebelum memulai pidato, persiapkan diri dengan cermat, berlatih agar tidak merasakan gugup saat public speaking.

Itu semua adalah tanda bahwa kamu peduli terhadap pendengar. dengan menguasai hal diatas kamu juga akan lebih mengekspresikan diri kamu.

Itulah beberapa hal yang harus kamu ketahui tentang Cara memahami audiens saat public speaking.

Kunjungi artikel lainnya di Pelatihansoftskill.com untuk mendapatkan info menarik seputar public speaking lainnya.

Cari kelas public speaking yg memiliki mentor bersertifikat ? atau mau meningkatkan kepercayaan diri kamu ?

Hubungi Pelatihan soft skill sekarang juga !! KLIK DISINI
ATAU klik tombol hubungi kami.

Klik tombol dibawah ini untuk melakukan pesanan

Artikel by Resty Noviani

Ingin Meningkatkan Kepercayaan Diri, Karir atau Bisnis? Yuk Ikut Seminar Public Speaking di Bandung

Mau Ebook & Webinar Gratis

ebook gratis

Silahkan Isi Form Berikut Ini Dulu :

Pantes gak kritis, kamu kejebak confirmation bias kan ? Pelajari biar kamu lebih kritis.

Bayangkan ini: Kamu sedang berdiskusi dengan teman-teman kantor tentang proyek baru. Kamu yakin banget bahwa ide yang kamu ajukan adalah yang paling efektif. Lalu, ketika ada data yang menunjukkan kalau pendekatan lain mungkin lebih baik, kamu malah sibuk mencari...

2 tipe manusia waktu ngadepin masalah, flight or fight. Mana yang bagus buat mental health ?

Bayangkan ini, kamu sedang berada di ruang kerja, tenggelam dalam laporan yang harus selesai sebelum jam lima sore. Tiba-tiba, bosmu masuk dengan wajah serius dan berkata, “Ada masalah besar. Klien kita tidak puas, dan kita butuh solusi cepat!” Kamu langsung merasa...

Mau terus semangat ? Kamu harus dapetin positive reinforcement waktu kerja ! 

Ceritanya, kamu adalah seorang manajer baru di sebuah perusahaan. Ada seorang karyawan, Andi, yang kelihatannya selalu datang tepat waktu dan rajin menyelesaikan pekerjaannya. Tapi, kamu merasa ada yang kurang. Kinerjanya konsisten, tapi dia terlihat datar—seolah-olah...

Setelah kamu paham attachment styles kamu gak bakal bingung lagi kalau di ghosting sahabatmu

Kamu punya dua teman baik: Rina dan Dika. Ketika kamu tiba-tiba menghilang dari grup chat selama seminggu karena sibuk, respons mereka benar-benar berbeda. Rina langsung menelpon, bertanya apakah kamu baik-baik saja. Nada suaranya terdengar cemas, tapi dia juga...

Sabar itu bagus tapi kamu jangan sampai emotion repression. Mental health kamu bisa rusak.

Kamu baru saja keluar dari ruang rapat setelah perdebatan panas dengan atasanmu. Ada satu momen di mana kamu merasa ingin meledak, ingin mengatakan semua yang ada di pikiranmu. Tapi kamu menahannya. Sebaliknya, kamu hanya tersenyum kecil, mengangguk, lalu keluar...

Saya gak bisa tidur ternyata saya ngalamin hypervigilance, jangan jangan kamu juga ?

Hari itu, kamu sedang duduk di sebuah kafe, menikmati secangkir kopi setelah hari yang panjang di kantor. Tapi meski suasananya tenang, pikiranmu justru tidak berhenti bergerak. Setiap pintu yang terbuka membuatmu menoleh. Suara tawa dari meja sebelah terasa terlalu...

Dapatkan kebahagiaan dengan self compassion, bukan lembek tapi demi mental health.

Kamu baru saja pulang dari kantor setelah hari yang berat. Hari ini, semua yang kamu coba rasanya gagal. Presentasi yang kamu persiapkan semalaman tidak berjalan seperti rencana, dan atasanmu memberikan kritik yang menurutmu menyakitkan. Di perjalanan pulang,...

Kebenaran tentang Overthinking ! Gak bahaya asalkan kamu jangan banyak inner critic ya.

Bayangkan ini: Kamu sedang mempersiapkan presentasi penting di kantor. Kamu sudah berlatih berjam-jam, menyusun slide yang sempurna, dan memastikan semuanya rapi. Tapi saat berdiri di depan cermin, suara kecil di dalam kepalamu mulai bicara, “Kamu nggak cukup bagus....

Sabar kamu gak males kamu cuman burnout. Yuk semangat lagi artikel ini

Bayangkan ini: Kamu sudah bekerja non-stop selama tiga bulan terakhir. Setiap hari penuh dengan deadline, meeting, dan revisi yang seakan tidak ada habisnya. Akhir pekan? Ah, jangan harap bisa santai, karena ada kerjaan tambahan yang harus diselesaikan. Kamu merasa...

Bahaya yang gak keliatan ! Ternyata Cognitive dissonance yang bikin kamu stress

Kamu sedang duduk di sebuah kafe dengan seorang teman baikmu, Andi. Obrolan awalnya santai, membahas pekerjaan dan rencana liburan. Namun, suasana berubah ketika kamu membahas investasi. Kamu mengatakan, “Menurutku, investasi di reksa dana lebih aman untuk pemula.”...