Kamu masih mengalami ini ?

Bayangin kamu lagi duduk sendiri di kamar, tiba-tiba terlintas memori masa kecil—waktu kamu dimarahi cuma karena tumpahin segelas susu di meja makan.

Rasanya kayak kamu kembali jadi anak kecil itu: takut, malu, tapi juga sedih karena nggak ada yang ngerti. Anehnya, perasaan itu kadang masih muncul sampai sekarang, kan? Misalnya, waktu atasan kritik pekerjaanmu atau temanmu lupa membalas chat penting. Rasanya kayak ada “anak kecil” di dalam dirimu yang terluka lagi.

Itu adalah momen ketika Inner Child kamu sedang bicara. Dia nggak pergi, meski kamu udah dewasa. Tapi jangan salah, Inner Child ini nggak selalu negatif, kok. Dia juga yang bikin kamu ketawa lepas waktu main ayunan atau merasa bahagia cuma karena makan es krim favorit.


inner child

Apa Itu Inner Child dalam Psikologi?

Dalam psikologi, Inner Child merujuk pada sisi diri kita yang masih terhubung dengan pengalaman, perasaan, dan kenangan masa kecil. Inner Child adalah “suara kecil” dalam diri yang membawa harapan, rasa ingin tahu, serta luka emosional dari masa lalu.

Konsep ini banyak dibahas dalam terapi psikologi, terutama untuk memahami bagaimana pengalaman masa kecil membentuk pola pikir dan emosi kita saat dewasa. Inner Child bisa membawa kenangan indah, seperti rasa aman waktu kamu dipeluk orang tua. Tapi, dia juga bisa menyimpan trauma atau luka, seperti perasaan ditinggalkan atau diabaikan.

Ciri-Ciri Inner Child yang Belum Sembuh:

  • Mudah merasa cemas atau takut tanpa alasan jelas.
  • Sulit menerima kritik karena merasa ditolak.
  • Selalu butuh validasi dari orang lain.
  • Merasa nggak layak untuk dicintai atau dihargai.

Manfaat atau Sisi Baik Memiliki Inner Child

Meski kadang membawa luka, Inner Child juga punya banyak sisi positif. Kalau kamu bisa berdamai dengannya, dia justru bisa jadi sumber kebahagiaan dan kreativitas.

  1. Sumber Kreativitas
    Inner Child yang sehat bikin kamu lebih kreatif dan spontan. Kamu jadi nggak takut bermimpi besar atau mencoba hal baru, seperti waktu kecil kamu nggak ragu menggambar langit warna ungu atau mengarang cerita tentang superhero.
  2. Meningkatkan Empati
    Dengan mengenali Inner Child, kamu jadi lebih paham perasaan orang lain. Misalnya, kamu bisa lebih sabar menghadapi teman yang emosional karena sadar, dia mungkin punya “luka” seperti kamu.
  3. Membawa Kebahagiaan Sederhana
    Pernah merasa bahagia cuma karena main di taman atau nonton kartun favorit? Itu Inner Child kamu yang mengingatkan bahwa hal-hal kecil juga bisa bikin hidup berarti.

menghadapi inner child

Bagaimana Cara Menghadapi Inner Child yang Sehat untuk Mental?

Menghadapi Inner Child nggak berarti menolak atau melupakan masa lalu. Sebaliknya, ini tentang menerima bahwa bagian dari diri kamu masih butuh perhatian dan kasih sayang. Berikut beberapa cara yang bisa kamu lakukan:

1. Kenali Inner Child-mu

Langkah pertama adalah sadar bahwa Inner Child itu ada. Coba tanyakan pada diri sendiri:

  • Apa kenangan masa kecil yang sering muncul?
  • Apa yang aku rasakan waktu itu?
  • Bagaimana pengalaman itu memengaruhi diriku sekarang?

2. Dengarkan dan Validasi Perasaan Inner Child

Kadang, Inner Child hanya butuh didengar. Kalau kamu merasa sedih atau marah tanpa alasan jelas, coba bicara pada diri sendiri, “Nggak apa-apa merasa seperti ini. Aku di sini untuk kamu.”

3. Berikan Kasih Sayang pada Inner Child

Bayangkan dirimu memeluk anak kecil yang sedang menangis—anak kecil itu adalah kamu. Berikan kalimat-kalimat afirmasi seperti:

  • “Kamu layak dicintai, apa pun yang terjadi.”
  • “Nggak apa-apa kalau kamu bikin kesalahan. Kamu tetap berharga.”

4. Mainkan Hal-Hal yang Membuatmu Bahagia Waktu Kecil

Nostalgia itu obat untuk Inner Child. Cobalah lakukan hal-hal sederhana yang dulu kamu sukai, seperti menggambar, mendengarkan lagu lama, atau bermain di luar.

5. Cari Bantuan Profesional Jika Perlu

Kalau Inner Child-mu membawa luka yang sulit kamu hadapi sendiri, nggak ada salahnya berkonsultasi dengan terapis. Mereka bisa membantumu memproses emosi dengan cara yang sehat.


Contoh Praktis Menghadapi Inner Child

Misalnya, kamu merasa sangat takut untuk memulai presentasi di depan banyak orang. Rasanya seperti kembali ke masa kecil waktu guru di sekolah menyalahkanmu di depan teman-teman.

Langkah-langkahnya:

  1. Sadari bahwa rasa takut itu berasal dari pengalaman masa kecil, bukan dari situasi sekarang. Katakan pada dirimu, “Ini hanya memori lama, sekarang aku sudah berbeda.”
  2. Ingatkan dirimu bahwa kamu adalah orang dewasa yang mampu. Fokus pada fakta bahwa kamu sudah mempersiapkan materi dengan baik.
  3. Setelah selesai, beri penghargaan pada dirimu sendiri. Misalnya, makan makanan favorit atau menulis jurnal tentang pencapaian itu.

Kesimpulan

Inner Child adalah bagian penting dari siapa diri kita. Dia membawa kenangan, luka, tapi juga kekuatan yang membuat hidup lebih bermakna. Dengan berdamai dengannya, kamu bisa menjadi versi terbaik dirimu—lebih kreatif, lebih empati, dan lebih bahagia.

Ingat, berdamai dengan Inner Child itu perjalanan, bukan tujuan instan. Jadi, pelan-pelan aja, dan beri dirimu ruang untuk tumbuh. Jangan lupa, kamu adalah orang dewasa yang punya kekuatan untuk menyembuhkan anak kecil di dalam dirimu. 😊

Profil coach Roy Biantoro
Seorang pengusaha muda yang sering berbagi ke berbagai perusahaan, instansi pemerintah dan lembaga pendidikan. Coach Roy udah membagikan ilmu di bidang penjualan (selling), komunikasi, kepemimpinan, kerjasama tim, pelayanan serta bagaimana meningkatkan motivasi tim.
Ayo rasakan perubahan di tim Anda dengan training bersama coach Roy Biantoro. Hubungi kami di 08954 1283 3285

Ingin Meningkatkan Kepercayaan Diri, Karir atau Bisnis? Yuk Ikut Seminar Public Speaking di Bandung

Mau Ebook & Webinar Gratis

ebook gratis

Silahkan Isi Form Berikut Ini Dulu :

SOLUSI sederhana untuk kesalahan komunikasi pemimpin. FEEDBACK, ini caranya

Ada pemandangan yang sering muncul di perusahaan. Saya tanya,“Ada masukan?” Ruangan hening.Beberapa orang senyum.Ada yang menunduk. Saya lanjut,“Kalau ada ide, silakan ya.” Semua terlihat paham . Aman. tapi...Sepi. Akhirnya keputusan tetap diambil.Beberapa minggu...

kesalahan cara komunikasi leader paling umum. 90% pejabat melakukan ini

Ada momen yang sering terjadi di ruang meeting dengan cara komunikasi leader yang seperti ini Saya jelaskan panjang lebar.Pakai istilah strategis.Kalimat keren JARGON kebarat baratan agar terdengar pintar. Tim mengangguk serempak. dan....Saya merasa komunikasi...

Memberikan arahan yang jelas justru membuat tim kamu bingung, ini teknik komunikasi pemimpin yang benar

Coba cek apakah tim kamu mengalami ini ? Email masuk bertubi-tubi. Chat grup nyala terus. Undangan meeting datang tanpa jeda. Saya yakin niatnya baik.Semua ingin cepat.Semua ingin lengkap. Namun yang sering terjadi justru sebaliknya.Pesan penting tenggelam.Aksi nyata...

Ternyata ini kesalahan teknik presentasi kamu yang buat tim kamu gak capai target. PAKAI SMART

Pernah ngalamin momen ini? Saya bilang ke tim,“Tolong ini diselesaikan secepatnya ya.” Tim mengangguk.Saya merasa pesan sudah tersampaikan.Saya lanjut ke agenda berikutnya. Beberapa hari lewat.Hasil datang.Dan… saya terdiam. Cepat sih tapi hasilnya ternyata berbeda...

Kamu pernah nanya saat meeting tapi ga ada yang tanggapi ? Ini kesalahan komunikasi pemimpin yang pasti kamu lakukan.

Coba jujur sebentar ya. Pernah ada momen seperti ini:Saya tanya ke tim,mereka jawab panjang,saya angguk-angguk…lalu di kepala saya sudah sibuk nyusun jawaban. Saat mereka selesai, saya langsung kasih solusi. Rasanya produktif.Rasanya efisien.Rasanya seperti pemimpin...

Kamu merasa sudah menjelaskan berjam jam tapi tim kamu kok masih bingung ?

Pernah nggak kamu merasa seperti ini: Saya sudah jelasin.Saya sudah ulangi.Saya bahkan merasa ini basic banget. Tapi…Tim masih salah jalan.Hasilnya melenceng.Dan akhirnya saya geleng-geleng kepala sambil mikir,“Ini mereka yang nggak nangkap, atau saya yang kurang...

8 dari 10 pengusaha tidak bisa memimpin. Solusinya cukup dengan Public Speaking Pemimpin

Sebagai seorang trainer dengan ratusan jenis profesi dan klien, sangat disayangkan banyak sekali klien saya adalah seorang pengusaha. Mereka rata rata tidak bisa melakukan public speaking pemimpin sehingga produktivitas dari perusahaan menurun. Rata rata mereka...

Stop bohongin diri sendiri ! Lakukan Shadow work buat self healing diri kamu

"Mengenal Dirimu Lebih Dalam dengan Shadow Work" Bayangkan kamu sedang duduk di kamar, sendirian. Hari itu berat banget—ada sesuatu yang membuatmu merasa nggak nyaman, tapi kamu nggak tahu kenapa. Lalu, sebuah pertanyaan muncul di kepala, “Kenapa aku selalu merasa...

Setelah baca artikel ini kamu pasti bisa tau ciri temen Red Flag & Green Flag. Mana yang cocok buat kamu ?

"Ketika Kamu Menyadari Ada yang Tidak Beres demgan orang di sekitarmu" Pernah nggak sih, kamu bertemu seseorang yang awalnya terlihat sangat menyenangkan, tapi setelah beberapa waktu, kamu mulai merasa ada yang aneh? Misalnya, dia selalu menuntut perhatianmu tapi...

Sekali kali kamu harus digital detox deh, biar kamu tetap bahagia. Yuk pelajari caranya

Kamu sadar nggak sih ??? Coba mikir bentar sejak bangun tidur, tanganmu udah otomatis cari ponsel? Scroll Instagram, cek WhatsApp, lalu buka email kerja. Sebelum mata benar-benar melek, kamu udah sibuk menatap layar. Sampai suatu hari, kamu duduk di meja kerja, tapi...